Tampilkan postingan dengan label KisAh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KisAh. Tampilkan semua postingan

Rabu, Juni 20, 2012

Daftar Kebaikan

Suatu hari seorang guru meminta kepada para muridnya untuk membuat daftar semua nama murid di kelas itu pada dua lembar kertas, dan memberikan tempat kosong di setiap nama. Kemudian ia meminta mereka untuk memikirkan hal yang terbaik mengenai teman mereka dan menuliskannya.

Tugas itu ternyata menyita sisa waktu pelajaran untuk diselesaikan, dan ketika para murid meninggalkan kelas, setiap orang menyerahkan hasilnya. Sabtu itu, sang guru menuliskan nama dari setiap murid di kertas yang terpisah, lalu membuat daftar apa yang telah dikatakan oleh murid yang lain mengenai murid itu. Dan pada hari Senin, ia memberikan setiap murid daftarnya. Tidak lama kemudian, seluruh kelas mulai tersenyum.

"Sungguh?" ia mendengar suara bisik-bisik.

"Aku tidak tahu bahwa aku berarti untuk orang lain!" dan, "Aku tidak tahu kalau yang lain sangat menyukaiku." Begitulah komentar yang didengar oleh sang guru.

Tidak ada orang yang menyinggung daftar itu di kelas lagi. Ia tidak pernah tahu apakah para murid membicarakannya di luar kelas atau kepada para orang tua mereka, tetapi tidak masalah. Latihan itu telah sampai tujuannya. Para murid sangat bahagia dengan komentar itu dan menyukai satu sama lainnya.

Beberapa tahun kemudian, salah seorang dari murid itu tewas terbunuh di Vietnam dan gurunya menghadiri pemakaman murid itu. Ia tidak pernah melihat seorang tentara di dalam peti jenazah militer sebelumnya. Muridnya itu sangat tampan, sangat dewasa. Seluruh gereja dipenuhi oleh teman-temannya. Satu persatu yang mencintainya menghampiri peti jenazah itu. Sang guru adalah orang yang terakhir yang mengucapkan salam perpisahan. Ketika ia berdiri di sana, salah seorang dari tentara yang bertugas sebagai pengangkut peti jenazah itu menghampirinya.

"Apakah kamu guru matematikanya Mark?" tanyanya. Sang guru mengangguk,

"iya." Kemudian tentara itu melanjutkan : "Mark banyak membicarakan dirimu."

Setelah pemakaman, bekas teman sekelas Mark bersama-sama pergi ke tempat makan siang. Ayah dan ibu Mark ada di sana, sangat jelas terlihat bahwa mereka tidak sabar untuk berbicara dengan guru Mark.

"Kami ingin memperlihatkan sesuatu kepadamu," kata ayah Mark, sambil mengambil dompet dari sakunya.

"Mereka menemukan benda ini pada Mark ketika ia tewas. Kami kira Anda mungkin akan mengenalinya."

Sambil membuka dompet itu, ayah Mark dengan sangat hati-hati mengeluarkan dua lembar kertas yang sudah diisolasi, dilipat berkali-kali. Sang guru langsung mengenalinya, bahwa kertas itu adalah kertas yang dibuat olehnya berisikan daftar kebaikan Mark yang ditulis oleh teman-teman sekelasnya.

"Terima kasih karena telah melakukan hal itu," ibu Mark berkata.

"Seperti yang Anda lihat, Mark menyimpannya sebagai salah satu hartanya."

Semua mantan teman sekelas Mark mulai berkumpul. Charlie tersenyum dengan malu-malu sambil berkata, "Aku juga masih menyimpan daftarku. Daftarku itu berada di bagian atas laci meja belajarku di rumah."

Istri Chuck berkata, "Chuck memintaku untuk meletakkannya di album pernikahan kami."

"Aku juga memilikinya," kata Marilyn.

"Daftarku ada dalam buku harianku."

Kemudan Vicki, teman sekelas yang lain, mengambil buku sakunya, kemudian mengeluarkan dompetnya dan memperlihatkan daftarnya yang sudah kusam dan lecek kepada yang lain.

"Aku membawanya bersamaku setiap waktu," ujar Vicki, lalu sambungnya : "Aku rasa kita semua menyimpan daftar kita masing-masing."

Pada saat itu, sang guru terduduk dan menangis. Ia menangis karena Mark dan seluruh temannya tidak akan mungkin melihat Mark kembali.

===========================

Begitu banyak orang yang datang dan pergi di kehidupan kita dan kita tidak mengetahui kapan hari itu akan tiba. Jadi katakanlah kepada orang yang Anda kasihi dan cintai, bahwa mereka sangat penting dan spesial dalam kehidupan Anda. Katakanlah kepada mereka sebelum terlambat.

Ref : Conectique - Connecting Women

»»  SAKWISE

Jumat, Juni 18, 2010

Kisah Sang Tikus

Seekor tikus mengintip di balik celah di tembok untuk mengamati sang petani dan isterinya membuka sebuah bungkusan. Ada makanan pikirnya? Dia terkejut sekali, ternyata bungkusan itu berisi perangkap tikus. Lari kembali ke ladang pertanian itu, tikus itu menjerit memberi peringatan. "Awas, ada perangkap tikus di dalam rumah, hati-hati, ada perangkap tikus di dalam rumah!"


Sang ayam dengan tenang berkokok dan sambil tetap menggaruk tanah, mengangkat kepalanya dan berkata, "Ya maafkan aku, Pak Tikus, aku tahu ini memang masalah besar bagi kamu, tapi buat aku secara pribadi tak ada masalahnya. Jadi jangan buat aku peninglah."

Tikus berbalik dan pergi menuju sang kambing, katanya, "Ada perangkap tikus di dalam rumah, sebuah perangkap tikus di rumah!" "Wah, aku menyesal dengar kabar ini," si kambing menghibur dengan penuh simpati, "tetapi tak ada sesuatupun yang bisa kulakukan kecuali berdoa. Yakinlah, kamu sentiasa ada dalam doa - doaku!"

Tikus kemudian berbelok menuju si lembu. " Oh? sebuah perangkap tikus, jadi saya dalam bahaya besar ya?" kata lembu itu sambil ketawa. Jadi tikus itu kembalilah ke rumah, kepala tertunduk dan merasa begitu patah hati, kesal dan sedih, terpaksa menghadapi perangkap tikus itu sendirian.

Malam itu juga terdengar suara bergema diseluruh rumah, seperti bunyi perangkap tikus yang berjaya menangkap mangsanya. Isteri petani berlari pergi melihat apa yang terperangkap. Di dalam kegelapan itu dia tak bisa melihat bahwa yang terjebak itu adalah seekor ular berbisa.

Ular itu sempat mematuk tangan isteri petani itu. Petani itu bergegas membawanya ke rumah sakit. Dia kembali ke rumah dengan demam. Sudah menjadi kebiasaan setiap orang akan memberikan orang yg sakit demam panas minum sup ayam segar, jadi petani itu pun mengambil goloknya dan pergilah dia ke belakang mencari bahan-bahan untuk supnya itu.

Penyakit isterinya berkelanjutan sehingga teman-teman dan tetangganya datang menjenguk, dari jam ke jam selalu ada saja para tamu. Petani itupun menyembelih kambingnya untuk memberi makan para tamu itu.

Isteri petani itu tak kunjung sembuh. Dia mati, jadi makin banyak lagi orang-orang yang datang untuk pemakamannya sehingga petani itu terpaksalah menyembelih lembunya agar dapat memberi makan para pelayat itu.


*Moral kisah* :


Apabila kita mendengar ada seseorang yang menghadapi masalah; janganlah berpikir bahwa itu tidak ada kaitannya dengan diri kita, ingatlah bahwa sebuah perangkap tikus dapat menyebabkan seluruh 'ladang pertanian' ikut menanggung risikonya.

Ladang Pertanian Ibarat Lingkungan Kita Sehari-hari. Berhentilah Mementingkan Diri Sendiri. Berhentilah Memikirkan Keselamatan Sendiri, karena sikap mementingkan diri sendiri lebih banyak keburukan dari baiknya. Mari kita refleksikan sifat-sifat yang di wakili oleh si Ayam (Cuek) , si Lembu (Menertawakan orang lain), si Kambing (Munafik) atau si Ular (Lengah hingga terperangkap).


Sumber : http://www.conectique.com/


»»  SAKWISE

Sabtu, April 11, 2009

6 Pertanyaan dari Sang Guru

Suatu hari seorang guru berkumpul dengan murid-muridnya lalu beliau mengajukan 6 pertanyaan

Pertama....


"Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini??" murid- muridnya ada yang menjawab "orang tua", "guru", "teman", dan "kerabatnya". Sang guru menjelaskan semua jawaban itu benar.... tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "kematian" sebab kematian adalah PASTI adanya......


Lalu sang guru meneruskan pertanyaan kedua


"Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini .....?" murid-muridnya ada yang menjawab.... "negara Cina", "bulan", "matahari" dan "bintang-bintang"...... lalu sang guru menjelaskan bahwa semua jawaban yang diberikan adalah benar.... Tapi yang paling benar adalah "Masa Lalu".... Siapapun kita.... bagaimanapun kita.... dan betapa kayanya kita.... tetap kita TIDAK bisa kembali ke masa lalu.... Sebab itu kita harus menjaga hari ini... dan hari-hari yang akan datang.....


Sang guru meneruskan dengan pertanyaan ketiga.....


"Apa yang paling besar di dunia ini ....??" murid-muridnya ada yang menjawab "Gunung", "Bumi", dan "Matahari"..... semua jawaban itu benar kata sang guru.... Tapi yang paling besar yang ada didunia ini adalah NAFSU".... Banyak manusia menjadi celaka karena memperturutkan hawa nafsunya...Segala cara dihalalkan demi mewujudkan impian nafsu duniawi..... Karena itu kita harus hati-hati dengan hawa nafsu ini jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka (atau kesengsaraan dunia dan akhirat)....


Pertanyaan keempat adalah.....


"Apa yang paling berat didunia ini....??" diantara murid-muridnya ada yang menjawab....."baja", "besi", dan "gajah".....semua jawaban hampir benar ....." kata sang guru "tapi yang paling berat adalah memegang amanah"........


Pertanyaan kelima adalah.....


"Apa yang paling ringan di dunia ini......??" Ada yang menjawab "kapas", "angin", "debu" dan "daun-daunan"..... "


"Semua itu benar......", kata sang guru tapi yang paling ringan di dunia ini adalah meninggalkan ibadah.."


Lalu pertanyaan keenam adalah......


"Apakah yang paling tajam di dunia ini....??" murid-muridnya menjawab dengan serentak "PEDANG.....!!!" "(hampir) benar kata sang guru tapi yang paling tajam adalah "lidah manusia" karena melalui lidah manusia dengan mudahnya menyakiti hati... dan melukai perasaan saudaranya sendiri.....

>Sudahkah kita menjadi insan yang selalu ingat akan KEMATIAN.....


>Senantiasa belajar dari MASA LALU.... dan tidak memperturutkan HAWA NAFSU??


>Sudahkah kita mampu MENGEMBAN AMANAH sekecil apapun....... dengan tidak MENINGGALKAN IBADAH... serta senantiasa MENJAGA LIDAH kita......??


Sahabat mari kita sama-sama renungkan.......


Sumber : http://r1r13.cybermq.com/post/detail/323/6-pertanyaan-


»»  SAKWISE

Selasa, Maret 17, 2009

Misteri Gunung Kemalangan

MISTERI GUNUNG KEMALANGAN

Gambar yang menampilkan sekelumit kemewahan dan kemakmuran kota Pompeii sebelum bencana besar terjadi. Pompeii, kota tempat berkumpulnya kemegahan dan keindahan, pada akhirnya dihancurkan bersama 20.000 penduduknya.

Gunung Vesuvius adalah lambang negeri Italia, khususnya kota Naples. Gunung berapi ini juga dikenal sebagai "Gunung Kemalangan". Ada alasan tepat mengapa dinamakan demikian. Sebuah kota yang dibangun di lerengnya bernasib serupa dengan kota Sodom (tempat kaum Nabi Luth bermukim). Kota yang dihancurkan karena pembangkangannya terhadap Allah dan perilaku menyimpang penduduknya ini bernama Pompeii.

Dahulunya, Pompeii dengan jalan-jalannya yang ramai merupakan kota tujuan wisata bagi masyarakat kelas atas Kekaisaran Romawi dan menjadi lambang kemakmuran. Gaya arsitektur rumah-rumahnya sungguh memukau. Penduduk Pompeii sangatlah makmur. Sayangnya, bukannya bersyukur kepada Allah atas kemakmuran itu, mereka malah menjadi bangsa berperilaku menyimpang yang berkubang dalam kemaksiatan, dan kota itu pun menjadi pusat kezaliman.

Pompeii sangat tersohor karena dua hal. Yang pertama adalah pertarungan gladiator di arena raksasa hanya untuk menghibur kaum kaya. Pertunjukan biadab ini hanya memiliki satu aturan: bertarung hingga mati. Arena bertarung terbesar kedua di Imperium Romawi setelah Coliseum di Roma adalah di Pompeii. Di tahun-tahun awal sejarah agama Kristen, arena itu menjadi saksi kematian manusia yang tak terhitung jumlahnya, hanya karena mereka beriman kepada Allah. Kekejaman yang sulit dipercaya ini menjadi hiburan terlaris bagi warga Pompeii yang hati nuraninya telah redup dan mati.

Ciri menonjol kedua Pompeii adalah penerapan sistem perbudakan paling tidak manusiawi, yang merajalela di seantero Kekaisaran Romawi. Budak yang membangkang perintah hanya akan bernasib satu: Mereka diperlakukan sebagai barang tak berharga, yang dapat dibeli dengan uang. Kezaliman sesungguhnya kaum bangsawan Pompeii terhadap budak adalah sesuatu yang lain: yakni memaksa mereka melacur! Perilaku laknat homoseksual di antara mereka sendiri berakhir pada pemerkosaan budak-budak di bawah umur.

Gelimpangan mayat-mayat yang terawetkan, ditemukan di bekas kota Pompeii. Pemandangan para korban mengisyaratkan betapa cepat dan mendadaknya bencana tersebut terjadi. Ini adalah peringatan berharga bagi orang-orang yang hidup setelahnya.

Singkatnya, kekayaan mereka malah merusak akhlaq warga Pompeii dan menggiring mereka ke lembah kenistaan dan kemaksiatan. Mereka tak pernah mengira apa yang bakal terjadi. Bencananya sungguh dahsyat hingga bekasnya dapat disaksikan sampai sekarang: bak mandi marmer besar di salah satu tempat pemandian yang ada di kota itu membentur sangat keras dinding di depannya, hingga menimbulkan bekas benturan yang besar dan dalam.

Meskipun letusan gunung Vesuvius sangat mengerikan, tak seorang pun berkesempatan untuk melarikan diri. Mereka membatu di tempat mereka berada.

Dalam sekejap, lahar gunung Vesuvius menghapus Pompeii dari muka bumi. Bencana itu terpendam dalam tanah hingga 2.000 tahun kemudian. Pada seperempat pertama abad ke-20, para arkeolog (ahli kepurbakalaan) mulai menggali sisa reruntuhannya dari bawah berton-ton batuan vulkanis. Apa yang mereka temukan adalah sejarah berusia 2.000 tahun yang benar-benar terawetkan. Bencana ini menimpa Pompeii sangat tiba-tiba hingga semuanya tetap dalam keadaan yang sama seperti 2.000 tahun yang lalu. Seolah perjalanan waktu telah terhenti.

Meskipun letusan gunung Vesuvius sangat mengerikan, tak seorang pun berkesempatan untuk melarikan diri. Mereka membatu di tempat mereka berada. Muka, bahkan gigi dari sejumlah tubuh ini masih utuh sama sekali. Hampir semua wajah mereka menampakkan mimik keterkejutan dan ketakutan. Terdapat sebuah keluarga yang sedang makan bersama membatu seketika itu juga. Bahkan makanan di atas meja ikut terawetkan. Yang paling luar biasa dari peristiwa ini adalah: Bagaimana ribuan orang menunggu ajal datang dan menjemput mereka, tanpa mereka menyaksikan dan mendengar apa pun?

Dahsyatnya malapetaka menunjukkan penghancuran Pompeii sangat menyerupai penghancuran yang dijelaskan Al Qur’an. Ketika peristiwa semacam ini dilukiskan Al Qur’an, dikisahkan bahwa orang-orang selalu ditimpa bencana dalam sekejap, di tempat mereka berada:


Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan suara saja; maka tiba-tiba mereka semuanya mati. (QS. Yaasiin, 36:29)


Sesungguhnya Kami menimpakan atas mereka satu suara yang keras mengguntur, maka jadilah mereka seperti rumput-rumput kering (yang dikumpulkan oleh) yang punya kandang binatang. (QS. Al Qamar, 54:31)


http://www.insight-magazine.com/

»»  SAKWISE

Rabu, Januari 14, 2009

Ini Cerita Tentang Hujan........











Ternyata Hujan Itu Indah,,,,,,,

Dan ternyata pula, aku menyukai hujan,,,,,,,

Sore itu, aku berharap hujan turun, sipp ... hujan bener-bener turun ! ( yah... mau gimana lagi ? memang musim penghujan !! )

Kukenakan jas hujan, kukeluarkan sepeda biru- 'pendamping hidupku'.

" Yuuhuii...........apa kabar hujan ??? "

Kukayuh sepeda sekencang mungkin, inilah yang kuharapkan dari hujan........

saat titik-titik lembut air mulai menerpa wajahku, rasanya seperti........hmmm, cobalah rasakan sendiri !!!
atau saat kulitku menggigil dingin karena angin yang bertiup tipis,
" Bbbrrrr.......dingin !!"

Ya Robbi.......inilah nikmat-Mu yang begitu indah!!!

Kutunggu rintik-rintik ini Robbi,,,,,,

Subhanallah.......
»»  SAKWISE
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...