Tampilkan postingan dengan label Subhanallah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Subhanallah. Tampilkan semua postingan

Kamis, Maret 29, 2012

5 Fakta Menarik Aktivitas Janin dalam Rahim

Bayi dalam kandungan ketika belum terlahir sebenarnya disebut janin. Saat sudah dilahirkan maka berubah sebutannya menjadi bayi. Namun, kita sering menyebutnya bayi meskipun belum lahir. Janin dalam kandungan merupakan suatu pribadi yang baru atau persona yang memiliki keunikan dan keajaiban tersendiri dalam aktivitas kehidupan dalam rahin (intra uterin).

Menarik sekali jika kita memperhatikan gerak gerik sang janin dalam kandungan melalui layar monitor ultrasonografi. Apa saja aktivitas sang janin dalam kandungan?

1. Apakah selama dalam kandungan janin sudah bisa mendengar?

Memasuki usia kehamilan enam bulan atau 24 minggu janin mampu mendengar. Lalu apa yang didengarnya? Segala aktivitas dalam tubuh ibu menjadi irama nada indah bagi janin. Sambil berbaring nyaman dalam rahim, sang janin mendengar detak jantung ibu, suara bising usus, dan berbagai macam suara saat ia bermain air ketuban. Bagi ibu hamil, disarankan untuk memberikan rangsangan positif dari luar tubuhnya dan menjaga setiap ucapan, hindari pertengkaran dan suara keras antara suami istri. Agar janin tidak mengalami stres.

2. Kapan Janin suka menghisap dan mencecap rasa?

Bila dilihat pada layar monitor, pada janin usia 16 minggu janin sudah mulai berpetualang dengan kemampuannya untuk mencecap rasa air ketuban dan mulutnya melakukan gerakan menghisap. Kecerdasan awal bagi janin dalam menikmati sensasi rasa mulai berkembang.

3. Kapan janin peka terhadap cahaya dari luar?

Usia empat bulan janin sudah peka terhadap cahaya. Meskipun suasana rahim gelap, janin mampu membedakan terang saat ada rangsang cahaya dari luar tubuh ibunya. Para peneliti mencoba merangsang mata janin dengan memberikan sorot cahaya dengan menyinari perut sang ibu, dan tampak mata janin mengerjap saat cahaya diarahkan ke wajahnya.

4. Kapan janin bisa bisa menggunakan indra peraba?

Pada usia kehamilan 4- 5 bulan janin sudah mulai bisa merasakan sensasi pada permukaan tubuh dan kulitnya. Bila disentuh pada bibirnya janin dapat melakukan gerakan membuka bibir dan seolah menghisap. Bila disentuh pada telapak tangannya janin akan bereaksi menggenggam.

5. Apa yang janin lakukan bila mengalami ketegangan atau stres dalam rahim?

Bila seorang ibu hamil mengalami ketegangan mental dan tekanan psikologis selama kehamilan, maka janin dalam kandungan dapat terpengaruh. Janin melakukan gerakan berlebihan, mudah timbul his atau kram yang disebut dengan kontraksi pada rahim ibu. Bahkan dapat berpotensi terjadinya persalinan prematur maupun ketuban pecah sebelum waktunya. Janin juga bisa mengeluarkan tinja dalam kandungan dan mengotori air ketuban.

Apa yang harus diperhatikan ibu hamil untuk kebaikan sang janin dalam rahim ?

  1. Menerima dengan ihklas semua perubahan tubuh, suka duka saat menjalani kehamilan.
  2. Menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh dengan kegiatan yang tidak melelahkan.
  3. Menjaga asupan makanan bergizi bagi pertumbuhan janin dalam kandungan.
  4. Menjaga suasana hati dan pikiran yang tenang sejak bayi dinyatakan hamil.
  5. Menjaga hubungan harmonis antara suami dan istri, hindari kekerasan dalam rumah tangga.
  6. Memberikan rangsangan musik yang lembut pada dinding perut ibu, lantunan doa, dan suami istri sering menstimulasi bayi, menyentuh perut ibu dengan usapan lembut sambil mengajak bicara janin dalam kandungan.

Ref : http://health.kompas.com/

»»  SAKWISE

Senin, Maret 16, 2009

Ingin Mencicipi Apel Biru ?

Ingin Mencicipi Apel Biru ?

Sudah seringkali dijumpai apel impor di berbagai supermarket, bahkan di pasar maupun terminal. Apel ini sangat disukai oleh para pembeli lokal. Selain rasanya yang enak dan khas, apel pasokan dari luar negeri pun berpenampilan lebih menarik ketimbang apel lokal. Apel impor warnanya cenderung seragam dan merata: merah hati, ada pula yang merah berpadu warna kuning atau oranye. Namun sudahkah anda melihat apel berwarna biru? Anda tentu penasaran dan ingin melihatnya, kalau perlu bisa mencicipinya. Sebagian dari anda mungkin ingin menggali lebih dalam tentang si apel biru ini: dari mana asalnya, bagaimana mendapatkan bibitnya, bahkan mungkin bagaimana bisa memunculkan warna biru pada apel tersebut.
Demikianlah, terkadang rasa keingintahuan kita muncul jika ada hal-hal di luar kebiasaan seperti ini. Padahal banyak hal luar biasa di sekililing kita, bahkan di depan hidung kita sendiri yang menanti penelitian secara mendalam. Tanpa menunggu apel biru, sebenarnya apel hijau atau merah pun sudah cukup untuk menggelitik pikiran kita agar berupaya menemukan bagaimana warna apel dapat terbentuk; tak terkecuali aneka warna lainnya dari benda-benda di sekitar kita.
Ternyata untuk melihat warna saja, diperlukan tahapan dan perangkat rumit yang di luar bayang kita. Agar warna terbentuk, diperlukan matahari yang memancarkan sinar tertentu, serta atmosfer yang hanya membiarkan lewatnya sinar-sinar yang diperlukan kehidupan. Lalu diperlukan pula adanya benda-benda yang memantulkan sinar matahari berdasarkan pola dan cara tertentu untuk menghasilkan cahaya pantulan berwarna. Mata kita termasuk salah satu perangkat penting yang bertugas mengubah cahaya pantulan benda yang mengenainya menjadi denyutan saraf. Denyutan saraf ini dikirim ke pusat penglihatan yang gelap dalam otak. Setiap saat dalam sepotong daging yang gelap inilah kita melihat dunia penuh warna.
Setiap orang menjumpai keajaiban penciptaan warna yang tiada tara ini sejak saat kelahirannya. Tidak ada peran manusia dalam pemunculan warna maupun rangkaian tahapan pembentukannya secara terus-menerus. Dialah Allah, Yang telah menciptakan semua warna di dunia, dan menempatkan manusia untuk hidup di dunia penuh warna ini.

Sumber : Insight edisi 10/Tahun ke-1/2004

»»  SAKWISE

Kamis, Maret 12, 2009

Air Selokan Rasa Es Krim

Di mana pun kita berada, di dalam rumah, di lapangan, di dalam mobil atau di tepi pantai, aroma dan rasa buah pisang ranum nan manis tidak pernah berubah; harum, sedap dan manis. Aroma ini pun tidak berbeda ketika kita berada kota mana pun di Indonesia, bahkan di negara dan belahan bumi mana pun jua. Hal yang biasa, benarkah demikian?

Sekarang coba pikirkan, seandainya buah pisang ini hanya beraroma dan berasa pisang ketika berada di kebun pisang, apa yang bakal terjadi? Bayangkan jika saja ketajaman aroma buah pisang sebanding dengan jarak dari pohon induknya. Dengan kata lain, seandainya aroma dan rasa manis buah pisang yang baru dipetik akan semakin berkurang jika semakin dijauhkan dari pohon induknya. Yang jelas sebagian besar manusia tidak akan menikmati kelezatan buah pisang. Apalagi orang-orang yang berada di negara non tropis yang pohon pisang tidak dapat tumbuh di sana. Demikian pula dengan buah-buahan lainnya.

Ini baru berkurangnya aroma dan rasa, bagaimana jika tiba-tiba saja, entah karena peristiwa alam tertentu, semua ribuan aneka rasa dan aroma hilang sama sekali dalam kehidupan kita. Apa yang akan terjadi? Atau, jika secara mendadak beragam rasa dan bau saling bertukar satu sama lain, akankah hidup Anda senikmat sekarang? Misalnya, rasa buah jeruk berubah menjadi rasa sop ayam; air selokan kotor berganti rasa dan aroma sehingga selezat es krim rasa coklat; air minum yang biasanya tawar berubah menjadi berasa asam cuka; bau badan manusia (sebelum ataupun sesudah mandi) berubah menjadi semerbak bau ikan amis; dan sebagainya. Yang pasti, semua ini akan menunculkan masalah besar dalam kehidupan kita: kita tidak akan menikmati kehidupan ini. Tapi mengapa hal ini tidak pernah terjadi selama ribuan tahun di mana pun?

Dengan berpikir sebagaimana di atas, kini jelaslah bahwa aroma dan rasa bukanlah persoalan sederhana. Karenanya, tidak sepatutnya kita hanya memandang sebelah mata terhadap masalah ini tanpa sedikit pun keinginan untuk merenungkannya. Yang jelas, tak seorang pun pernah mengaku sebagai pihak yang telah memunculkan aneka rasa dan aroma di dunia ini. Tak satu pun manusia yang mampu menciptakan indera perasa dan pembau yang dimilikinya. Dan tak seorang pun mampu menjelaskan asal usul keberadaan rasa, bau dan mekanisme yang menjadikannya ada, tanpa mengacu pada keberadaan maha hebat di balik semua. Dialah Allah, Pencipta segala seuatu secara sempurna. Semua ciptaan Allah dari yang terbesar hingga yang terkecil, dari yang tampak hingga yang tidak kasat mata, memiliki rancangan yang rumit dan sempurna. Kesempurnaan ini hanya akan dipahami oleh mereka yang menggunakan akal dan nuraninya; yang berpikir dan bekerja keras meneliti alam ciptaan-Nya ini.

Sumber : Insight edisi 6/Thn.I/ September 2003

»»  SAKWISE
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...