Tampilkan postingan dengan label artikel islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel islam. Tampilkan semua postingan

Selasa, Mei 29, 2012

Renungan Sebelum Makan

Pada suatu kesempatan seorang Doktor menceritakan wejangannya dengan membawa para hadirin memikirkan sejenak tentang adab makan Rasulullah SAW yang patut kita ambil hikmah. Berikut adalah antara intipati wejangannya secara ringkas:

1. Cara makan, kenapa kita gunakan tangan? Mengikut cara Rasulullah SAW, beliau akan mencampurkan lauk dan nasi dengan tangan kanannya dan kemudian membiarkan sebentar, lalu Rasullah SAW akan mengambil sedikit garam menggunakan jari kecilnya, lalu Rasulullah SAW akan menghisap garam itu. Kemudian barulah Rasulullah makan nasi dan lauknya.

Mengapa? Karena kedua belah tangan kita ada mengeluarkan 3 macam enzim, tetapi konsentrasi di tangan kanan kurang sedikit dari yg kiri. Ini adalah karena enzim yg ada di tangan kanan itu merupakan enzim yang dapat menolong proses penghadaman (digestion), ia merupakan the first process of digestion.

Mengapa menghisap garam? Kerana garam adalah sumber mineral dari tanah yg diperlukan oleh badan kita. Dua cecah garam dari jari kita itu adalah sama dengan satu liter air mineral. Kita berasal dari tanah maka lumrahnya manusia berasal dari bumi (tanah) inilah yg paling berkhasiat untuk kita.

Kenapa garam? Selain dari sebab ia adalah sumber mineral, garam juga adalah penawar yang paling mujarab bagi keracunan, mengikut Dokter di hospital-hospital, the first line of treatment for poisoning adalah dengan memberi Sodium Chloride, iaitu GARAM. Garam juga dapat menghalang sihir dan makhluk-makhluk halus yang ingin mengganggu manusia ( katanya sih...tapi saya tidak percaya dengan tahayul )

2. Cara Rasulullah mengunyah - Rasulullah akan mengunyah sebanyak 40 kali untuk membiarkan makanan itu betul-betul lumat agar perut kita senang memproses makanan itu.

3. Membaca Basmalah (Bismillahirrahma Nirrahim).
Membaca Basmalah sebelum makan untuk mengelakkan penyakit. Kerana bakteria dan racun ada membuat perjanjian dengan Allah SWT, apabila Basmalah dibaca maka bakteria dan racun akan musnah dari sumber makanan itu.

4. Cara Rasulullah minum :
  • Janganlah kita minum berdiri walaupun ia makruh tetapi ia makruh yang menghampiri kepada haram.
  • Jangan kita minum dari air yg besar dan kemungkinan orang lain juga akan meminum dari tempat yang sama, sehingga kita tidak memberi sisa air kita ke orang lain.
  • Jangan bernafas sedang kita minum. Karena apabila kita minum dari air yang besar, lumrahnya kita akan meneguk air dan dalam proses minum itu, kita tentu akan bernafas dan menghembuskan nafas dari hidung kita. Karena apabila kita hembuskan nafas, kita akan mengeluarkan CO2 yaitu carbon dioxide, yang apabila bercampur dengan air H20, akan menjadi H2CO3, yaitu sama dengan cuka, menyebabkan minuman itu menjadi acid.
  • Jangan meniup air yg panas, sebabnya sama diatas. Cara minum, seteguk bernafas, seteguk bernafas sehingga habis.
Mengapa Islam menyuruh mencambuk 100 kali orang belum menikah yang berzina, dan merajam sehingga mati orang yg sudah menikah yang berzina?

Badan manusia akan mengeluarkan sel-sel darah putih atau antibiotik yg dapat melawan penyakit. Dan sel-sel ini terdapat di daerah tulang belakang, berdekatan dengan sum-sum tulang manusia.

Lelaki yang belum menikah dia akan dapat mengeluarkan beribu-ribu sel ini, manakala lelaki yang sudah menikah hanya dapat menghasilkan 10 unit sel ini sehari, sebabnya adalah karena sel-sel lain akan hilang karena hubungan suami isteri. Jadi apabila lelaki yang belum menikah didapati kesalahan karena zina hendaklah dicambuk 100 kali.

Ini adalah karena apabila dia dicambuk di belakangnya, suatu hukuman kesakitan yang akan membuatkan beribu sel antibiotik yang dapat melawan virus HIV jika ia ada di badannya, dengan itu dapatlah antibiotik melawan virus HIV itu.

Tetapi jika lelaki itu sudah menikah, walaupun dicambuk 100 kali ia akan tetap menghasilkan 10 unit antibodi saja, jadi dengan itu hukumannya dirajam hingga mati agar dia tidak dapat menyebarkan virus HIV itu.

Itulah sedikit banyak inti wejangan yg disampaikan oleh Dr Jamnul Azhar. Mudah-mudahan ini akan memberi manfaat pada anda sekalian.

Ref : DUDUNG.NET

»»  SAKWISE

Kamis, Januari 27, 2011

Kisah Kota Tiga Iman

Dalam sejarah dunia, tidak pernah ada sebuah kota yang begitu krusial posisinya seperti Jerusalem. Islam, Yahudi dan Kristen menjadikan kota yang satu ini sebagai kota suci. Dan darah selalu mewarnai penulisan sejarahnya.

Kota Jerusalem, memiliki sejarah panjang yang selalu berkaitan dengan iman. Sebelum tahun 1947, wilayah ini berada di bawah koloni Kerajaan Inggris. Tapi gerakan Zionis yang kian gencar, pada tahun-tahun itu membuat pemerintaah Inggris akhirnya menyerahkan mandat kepada dunia internasional, yang diwakili oleh Perserikatan Bangsa – Bangsa.

Peristiwa ini dipicu oleh kelompok teroris Yahudi radikal yang berusaha mewujudkan dan merebut tanah Palestina. Satu di antara kelompok teroris itu adalah Irgun. Kelompok ini mempelopori perpindahan para pengungsi Yahudi yang selamat dari kejaran Nazi untuk masuk ke Palestina. Beratus-ratus ribu orang Yahudi, yang sebagian besar dari Eropa, diselundupkan masuk untuk menduduki wilayah Palestina.

Pemerintahan Inggris di sana, menolak keras arus balik diaspora yang berkedok pengungsi ini. Dan hal ini membuat kelompok teroris Irgun, marah besar pada Inggris yang dianggapnya setali tiga uang dengan Nazi. Lalu, peristiwa penting yang mengubah keadaan pun terjadi. Irgun meledakkan Hotel King David yang menjadi markas angkatan bersenjata Inggris di wilayah itu. Tak kurang dari 91 tentara Inggris terbunuh dan puluhan lagi luka-luka. Dan ini membuat pemerintahan Inggris kalang kabut, lalu menyerahkan wilayah Palestina pada PBB, yang saat itu baru berdiri dan masih seumur jagung.

29 November 1947, Sidang Umum PBB digelar dengan mengajukan rancangan pembagian negara antara Palestina dan Israel yang sangat menguntungkan pihak Yahudi. Maklum, lobi Zionis memang telah berakar bahkan sejak PBB mulai dibentuk. Kesepakatan lain dalam sidang tersebut adalah membentuk Corpus Separatum yang menempatkan Jerusalem dan Bethlehem di bawah kontrol dunia. Rancangan yang akhirnya dimenangkan 1 dengan voting oleh pendukung Zionis ini sebetulnya tepat seperti rancangan yang diajukan Zionis sendiri pada Agustus 1946.

Meski negara-negara Arab menolak dan tak setuju, suara mereka seperti terbang terbawa angin. Tak berarti apa-apa, karena memang tak memiliki kekuatan. Dan sejak itu hingga kini, perkembangan negara Zionis Israel seperti yang kita saksikan, begitu brutal, kejam, penuh tindakan terorisme pada penduduk kota suci itu, baik yang beragama Islam maupun yang Nasrani.

Tapi kisah kota ini sungguh lebih panjang dari ingatan sejarah.

Orang-orang Yahudi yakin, bahwa wilayah ini adalah Tanah yang Dijanjikan. Tempat pernah berdirinya kerajaan yang dibangun Raja Daud dan tempat berdirinya Haikal Sulaimah atau Kuil Sulaiman. Tapi sepanjang argumentasu penduduk Palestina, tak pernah ada satu bukti pun ditemukan untuk menguatkan bahwa Kerajaan Daud dan Kuil Sulaiman pernah berdiri di atas tanah sengketa ini. Satu-satunya pernyataan tentang hal ini, hanya terdapat di dalam Injil, yang seperti diketahui, sudah tak bisa disebut perawan. Karenanya, banyak orang Palestina yang menganggap ini hanya mitos belaka.

Sebaliknya, orang-orang Yahudi pun menyerang kaum Muslim dengan argumentasi serupa. Palestina dan Jerusalem yang dijadikan tempat suci karena menjadi titik perjalanan Rasulullah ke langit dan bertemu dengan Allah, lalu menjadi kiblat pertama umat Muslimin, tak pernah sekalipun diakui mereka. Bagi kaum Yahudi, kisah tersebut tak lebih dari isapan jempol semata. Absurd dan mitos, karena tak mungkin seorang manusia melakukan perjalanan ke langit untuk menemui Tuhannya. Peristiwa Isra’ Mi’raj ini oleh orang-orang Yahudi dianggap hanya mitos belaka, karenanya Muslim tak mempunyai hak klaim atas tanah Palestina.

Sedang Nasrani punya kisahnya sendiri. Bagi mereka, Jerusalem adalah tempat suci karena dari tanah ini ajaran Jesus bermula. Dan dari tanah ini drama penyaliban terjadi, sebuah periode hitam yang justru mencerahkan keimanan mereka. Peristiwa ini berawal dari penangkapan Jesus di Taman Getsemani dan berakhir di pucuk Bukit Golgota di tiang salib bertuliskan Inri. Dengan pekik terakhir, “Elli, Elli, lama sabakhtani.”

Kelak peristiwa ini yang dijadikan alasan utama mengusiran kaum Yahudi dari Palestina. Periode pengusiran Yahudi yang ke sekian kalinya dalam sejarah. Mereka terlunta-lunta, berdiaspora tak tentu arah, ke Afrika, Eropa, Asia, lalu kemudian masuk ke Amerika.

Dalam sejarah Islam, kota ini pernah menjadi pusat penting pembangunan peradaban. Selain pernah dijadikan kiblat dalam shalat, beberapa dinasti kekhalifaan juga menempatkan kota ini sebagai simbol penting. Bahkan kelak memberikan nama Al-Quds yang berarti Tanah Suci.

Kota ini pernah menjadi tempat yang benar-benar makmur dan menjadi persemaian tiga iman dengan subur. Kaum dzimmi (orang-orang Yahudi dan Nasrani yang tinggal di wilayah Muslim) mendapat perlindungan yang layak, di bawah pemerintahan Sultan Sulaiman yang memerintah pada tahun 1520 sampai 1566.

Kala itu Jerusalem menjadi tanah harapan bagi orang-orang Yahudi yang telah terusir sebelumnya oleh orang Nasrani. Baik yang dulu berasal dari Palestina maupun penduduk Yahudi yang diusir dari Spanyol oleh Imperium Kristen di sana. Dan bagi umat Nasrani sendiri, Jerusalem tetap menjadi tempat yang aman, nyaman dan tentram di bawah pemerintahan Muslim.

Berdasarkan sebuah catatan dari ahli sejarah Yahudi dari Italia, David dei Rossi yang menulis pada tahun 1535, oran-orang Yahudi bisa menduduki kursi jabatan dalam pemerintahan. Diakui kesaksiannya dalam pengadilan, disahkan otonomi komunitas mereka dan dilindungi oleh hukum Islam di sana. Kaum Yahudi mendapatkan semua kemuliaannya dibawah pemerintahan Islam, sebuah kondisi yang tak bakal bisa mereka dapatkan di Eropa yang mereka sebut tanah pembuangan. Catatan ini termaktub dalam sebuah buku Jewish Life Under Islam : Jerusalem in the Sixteenth Century yang ditulis Amnon Cohen.

Saat saat itu, ketiga penganut agama besar di dunia hidup dalam harmoni di tanah suci. Tapi ketika hukum alam berjalan, ketika kalah dan menang dipergilirkan, sejarah mendapatkan pelajaran yang besar atas apa yang disebut dengan akhlak dan moralitas manusia.

Tapi jauh sebelum itu, ketika kerajaan-kerajaan Kristen memegang tampuk kekuasaan, terjadi pembasmian besar-besaran atas kedua umat agama lain, Islam dan Yahudi. Bahkan ketika Perang Salib meletus untuk pertama kalinya, digambarkan kota ini berada dalam genangan darah sedalam mata kaki pada abad ke-11, kota ini pernah mendapat gempuran yang sangat dahsyat sebanyak tiga kali dari hasil seruan Paus Urbanus II. Paus yang nemanya ditulis dengan tinta darah ini memerintahkan agar seluruh kerajaan Kristen di Eropa menghentikan perang saudara yang mereka lakukan. Sebagai gantinya, mereka harus melakukan perang suci pembebasan.

Mereka memerangi Muslim Palestina, tanpa mengetahui sama sekali kenapa Muslim wajib diperangi. Padahal, kaum Yahudi, yang dianggap telah membunuh dan membantai Yesus di tiang Salib berdiri tepat di depan hidung mereka. Dengan iming-iming surga dan bidadari , mereka pergi dari Eropa memikul senjata untuk berperang ke Palestina.

Tahun 1099, Jerusalem berhasil ditaklukkan. Dan selama tiga hari setelah itu, Pasukan Salib berpesta pora dengan pembantaian. Tak kurang dari 40 ribu penduduk kota ini dibantai dengan berbagai cara yang paling keji dan tak pernah dibayangkan oleh manusia. Laki-laki dan perempuan, orang tua dan anak-anak, tak ada yang disisakan. 10.00 Muslim yang berlindung di bawah atap Al-Aqsa dibantai dengan kejam. Orang-orang Yahudi dikumpulkan di dalam sinagog-sinagog, dibakar hidup-hidup dan dipancung kepala mereka.

Dalam sebuah kutipan di buku The First Crusade: The Account of Eye Witnesses and Participant oleh August C. Krey, seorang bernama Raymond von Aquiles mengatakan, ” Aku menceritakan kebenaran ini melebihi kekuatan kepercayaanmu. Di Bait Allah dan Serambi Sulaiman, para pria berjalan dengan darah naik sampai ke lutut mereka dan tali kekang kuda. Sungguh, ini adalah hukuman paling adil dan luar biasa dari Tuhan bahwa tempat ini seharusnya dipenuhi dengan darah orang-orang kafir karena ia telah lama menderita oleh sebab perilaku mereka yamg menghujat Tuhan.”

Dan, jika kini kebiadaban terjadi lagi di tanah yang sama, dengan pemain yang berbeda, semua hanya memastikan bahwa Allah dan Rasul-Nya benar semata. Kaum Muslimin tak pernah dibiarkan oleh orang-orang yang dimurkai dan orang-orang yang sesat untuk menegakkan kebenaran dan keadilan. Mereka akan memerangi kaum Mulimin dengan segala daya. Dan Yahudi, seperti firman Allah, adalah yang paling keras di antaranya.

“Sesungguhnya, kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang beriman adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik... ” (Q.S. Al Maidah: 82)

~Catatan kaki no. 4 dari buku Kebangkitan Freemason & Zionis Di Indonesia : Di Balik Kerusakan Agama-agama oleh Herry Nurdi

http://halimahch.wordpress.com/
Rata Penuh
»»  SAKWISE

Rabu, November 18, 2009

Hukum Dan Keutamaan Qurban

Qurban dalam istilah fikih adalah Udhiyyah yang artinya hewan yang disembelih waktu dhuha, yaitu waktu saat matahari naik. Secara terminologi fikih, udhiyyah adalah hewan sembelihan yang terdiri onta, sapi, kambing pada hari raya Idul Adha dan hari-hari tasriq untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Kata Qurban artinya mendekatkan diri kepada Allah, maka terkadang kata itu juga digunakan untuk menyebut udhiyyah. Mempersembahkan persembahan kepada tuhan-tuhan adalah keyakinan yang dikenal manusia sejak lama.
Qurban ini juga dikenal oleh umat Yahudi untuk membuktikan kebenaran seorang nabi yang diutus kepada mereka, sehingga tradisi itu dihapuskan melalui perkataan nabi Isa bin Maryam.Tradisi keagamaan dalam sejarah peradaban manusia yang beragam juga mengenal persembahan kepada Tuhan ini, baik berupa sembelihan hewan hingga manusia. Mungkin kisah nabi Ibrahim yang diperintahkan menyembelih anaknya adalah salah satu dari tradisi tersebut.

Qurban, Dalam Al-Qur’an :

Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ). Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Yang dimaksud dengan “membenarkan mimpi” ialah mempercayai bahwa mimpi itu benar dari Allah s.w.t. dan wajib melaksana- kannya.
Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Sesudah nyata kesabaran dan keta’atan Ibrahim dan Ismail a.s. maka Allah melarang menyembelih Ismail dan untuk meneruskan korban, Allah menggantinya dengan seekor sembelihan (kambing). Peristiwa ini menjadi dasar disyariatkannya Qurban yang dilakukan pada hari Raya Haji.
Islam memasukkan dua nilai penting dalam ibadah qurban ini, yaitu nilai historis berupa mengabadikan kejadian penggantian qurban nabi Ibrahim dengan seekor domba dan nilai kemanusiaan berupa pemberian makan dan membantu fakir miskin pada saat hari raya. Dalam hadist riwayat Ahmad, Ibnu Majah dan Tirmidzi dari Zaid bin Arqam, suatu hari Rasulullah ditanyai “untuk aapa sembelihan ini?” belian menjawab: “Ini sunnah (tradisi) ayah kalian nabi Ibrahim a.s.” lalu sahabat bertanya:”Apa manfaatnya bagi kami?” belau menjawab:”Setiap rambut qurban itu membawa kebaikan” sahabat bertanya: “Apakah kulitnya?” beliau menjawab: “Setiap rambut dari kulit itu menjadi kebaikan”.

Dalil-dalil Qurban :

1. Firman Allah dalam surah al-Kauthar: “Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah”. Ayat ini boleh dijadikan dalil disunnahkannya qurban dengan asumsi bahwa ayat tersebut madaniyyah, karena ibadah qurban mulai diberlakukan setelah beliau hijrah ke Madinah.
2. Hadist riwayat Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik r.a.:”Rasulullah berqurban dengan dua ekor domba gemuk bertanduk, beliau menyembelihnya dengan tangan beliau dengan membaca bismillah dan takbir, beliau menginjakkan kakinya di paha domba”.
Hukum Qurban:
1. Mayoritas ulama terdiri antar lain: Abu Bakar siddiq, Uamr bin Khattab, Bilal, Abu Masud, Said bin Musayyab, Alqamah, Malik, Syafii Ahmad, Abu Yusuf dll. Mengatakan Qurban hukumnya sunnah, barangsiapa melaksanakannya mendapatkan pahala dan barang siapa tidak melakukannya tidak dosa dan tidak harus qadla, meskipun ia mampu dan kaya.Qurban hukumnya sunnah kifayah kepada keluarga yang beranggotakan lebih satu orang, apabila salah satu dari mereka telah melakukannya maka itu telah mencukupi. Qurban menjadi sunnah ain kepada keluarga yang hanya berjumlah satu orang. Mereka yang disunnah berqurban adalah yang mempunyai kelebihan dari kebutuhan sehari-harinya yang kebutuhan makanan dan pakaian.
2. Riwayat dari ulama Malikiyah emngatakan qurban hukumnya wajib bagi mereka yang mampu.

Adakah nisab qurban ?

Para ulama berbeda pendapat mengenai ukuran seseorang disunnahkan melakukan qurban. Imam Hanafi mengatakan barang siapa mempunyai kelebihan 200 dirham atau memiliki harta senilai itu, dari kebutuhan tinggal, pakaian dan kebutuhan dasarnya.

Imam Ahmad berkata: ukuran mampu qurban adalah apabila dia bisa membelinya dengan uangnya walaupun uang tersebut didapatkannya dari hutang yang ia mampu membayarnya.
Imam Malik mengatakan bahwa ukuran seseorang mampu qurban adalah apabila ia mempunyai kelebihan seharga hewan qurban dan tidak memerlukan uang tersebut untuk kebutuhannya yang mendasar selama setahun.
Imam Syafii mengatakan: ukuran mampu dalam ber qurban adalah apabila seseorang mempunyai kelebihan uang dari kebutuhannya dan kebutuhan orang yang menjadi tanggungannya, senilai hewan qurban pada hari raya Idul Adha dan tiga hari tasyriq.

Keutamaan Qurban :

1. Dari Aisyah r.a. Rasulullah s.a.w. bersabda:”Amal yang paling disukai Allah pada hari penyembelihan adalah mengalirkan darah hewan qurban, sesungguhnya hewan yang diqurbankan akan datang (dengan kebaikan untuk yang melakukan qurban) di hari kiamat kelak dengan tanduk-tanduknya, bulu dan tulang-tulangnya, sesunguhnya (pahala) dari darah hewan qurban telah datang dari Allah sebelum jatuh ke bumi, maka lakukanlah kebaikan ini”. (H.R. Tirmidzi).
2. Hadist Ibnu Abbas Rasulullah bersabda:”Tiada sedekah uang yang lebuh mulia dari yang dibelanjakan untuk qurban di hari raya Adha”(H.R. Dar Qutni).

Waktu penyembelihan Qurban

Dari Jundub r.a. :Rasulullah melaksanakan sholat (idulAdha) di hari penyembelihan, lalu beliau menyembelih, kemudian beliau bersabda:”Barangsiapa menyembelih sebelum sholat maka hendaknyha ia mengulangi penyembelihan sebagai ganti, barangsiapa yang belum menyembelih maka hendaklah ia menyembelih dengan menyebut nama Allah”. (H.R. Bukhari dan Muslim).
Dari Barra’ bin ‘Azib, bahwa paman beliau bernama Abu Bardah menyembelih qurban sebelum sholat, lalu sampailah ihwal tersebut kepada Rasulullah s.a.w. lalu beliau bersabda:”Barangsiapa menyembelih sebelum sholat maka ia telah menyembelih untuk dirinya sendiri dan barang siapa menyembelih setelah sholat maka sempurnalah ibadahnya dan sesuai dengan sunnah (tradisi) kaum muslimin”(H.R. Bukhari dan Muslim).
Hadist Barra’ bin ‘Azib, Rasulullah s.a.w. bersabda:”Pekerjaan yang kita mulai lakukan di hari ini (Idul Adha) adalah sholat lalu kita pulang dan menyembelih, barangsiapa melakukannya maka telah sesuai dengan ajaran kami, dan barangsiapa memulai dengan menyembelih maka sesungguhnya itu adalah daging yang ia persembahkan untuk keluarganya dan tidak ada kaitannya dengan ibadah”(H.R. Muslim).
Imam Nawawi menegaskan dalam syarah sahih Muslim bahwa waktu penyembelihan sebaiknya setelah sholat bersama imam, dan telah terjadi konsensus (ijma’) ulama dalam masalah ini. Ibnu Mundzir juga menyatakan bahwa semua ulama sepakat mengatakan tidak boleh menyembelih sebelum matahari terbit.
Adapun setelah matahari terbit, Imam Syafi’i dll menyatakan bahwa sah menyembelih setelah matahari terbit dan setelah tenggang waktu kira-kira cukup untuk melakukan sholat dua rakaat dan khutbah. Apabila ia menyembelih pada waktu tersebut maka telah sah meskipun ia sholat ied atau tidak.
Imam Hanafi mengatakan: waktu penyembelihan untuk penduduk pedalaman yang jauh dari perkampungan yang ada masjid adalah terbitnya fajar, sedangkan untuk penduduk kota dan perkampungan yang ada masjid adalah setelah sholat iedul adha dan khutbah ied.
Imam Malik berkata: waktu penyembelihan adalah setelah sholat ied dan khutbah. Imam Ahmad berkata: waktunya adalah setelah sholat ied.Demikian, waktu penyembelihan berlanjut hingga akhir hari tasyriq, yaitu tanggal 13 Dzulhijjah.
Tidak ada dalil yang jelas mengenai batas akhir waktu penyembelihan dan semua didasarkan pada ijtihad, yaitu didasarkan pada logika bahwa pada hari-hari itu diharamkan berpuasa maka selayaknya itu menjadi waktu-waktu yang sah untuk menyembelih qurban.
Hewan yang disembelih:
Imam Nawawi dalam syarah sahih Muslim menegaskan telah terjadi ijma’ ulama bahwa tidak sah melakukan qurban selain dengan onta, sapi dan kambing. Riwayat dari Ibnu Mundzir Hasan bin Sholeh mengatakan sah berqurban dengan banteng untuk tujuh orang dan dengan kijang untuk satu orang.
Adapun riwayat dari Bilal yang mengatakan: “Aku tidak peduli meskipun berqurban dengan seekor ayam, dan aku lebih suka memberikannya kepada yatim yang menderita daripada berqurban dengannya”, maksudnya bahwa beliau melihat bahwa bersedekah dengan nilai qurban lebih baik dari berqurban. Ini pendapat Malik dan Tsauri. Begitu juga riwayat sebagian sahabat yang membeli daging lalu menjadikannya qurban, bukanlah menunjukkan boleh berqurban dengan membeli daging, melainkan itu sebagai contoh dari mereka bahwa qurban bukan wajib melainkan sunnah.

Makan daging Qurban

Hukum memakan daging qurban yang dilakukan untuk dirinya sendiri, apabila qurban yang dilakukan adalah nadzar maka haram hukumnya memakan daging tersebut dan ia harus menyedekahkan semuanya. Adapun qurban biasa, maka dagingnya dibagi tiga, sepertiga untuk dirinya dan keluarganya, sepertiga untuk dihadiahkan dan sepertiga untuk disedekahkan.
Membagi tiga ini hukumnya sunnah dan bukan merupakan kewajiban. Qatadah bin Nu’man meriwayatkan Rasulullah bersabda:”Dulu aku melarang kalian memakan daging qurban selama tiga hari untuk memudahkan orang yang datang dari jauh, tetapi aku telah menghalalkannya untuk kalian, sekarang makanlah, janganlah menjual daging qurban dan hadyu, makanlah, sedekahkanlah dan ambilah manfaat dari kulitnya dan janganlah menjualnya, apabila kalian mengharapkan dagingnya maka makanlah sesuka hatimu”(H.R. Ahmad).
Sebaiknya dalam dalam melakukan qurban, pelakunyalah yang menyembelih dan tidak mewakilkannya kepada orang lain. Apabila ia mewakilkan kepada orang lain maka sebaiknya ia menyaksikan.

Wallahu’alam bissowab

Sumber : http://peduli.hidayatullah.com/

»»  SAKWISE

Jumat, April 24, 2009

Hukum Menggunakan Kata "Seandainya..."

Tentang seorang yang mengatakan: Seandainya dahulu Anda dahulu melakukan begini, tentu tidak akan terjadi demikian."

Orang lain yang mendengarnya berujar: "Kata-kata semacam itu sudah dilarang oleh Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Itu kata-kata yang dapat mengiring orang yang mengucapkannya kepada kekufuran."

Lalu ada lagi yang bilang: "Tetapi dalam kisah tentang Musa dan Khidir, Nabi pernah bersabda: "Semoga Allah memberi rahmat kepada Musa. Kalaulah beliau mau bersabar, tentu Allah akan menceritakan kepada kita lanjutan kisah mereka.."

Orang yang lain lagi berdalil dengan sabda Rasulullah: "Mukmin yang kuat itu lebih baik dari mukmin yang lemah," hingga ucapan: "…karena kata "seandainya" itu membuka amalan syetan." Apakah hukum dalam hadits ini menghapus hukum dalam kisah Musa di atas atau tidak?

Semua yang dikatakan oleh Allah dan Rasul-Nya itu benar. Kata 'seandainya' itu Apabila digunakan sebagai ungkapan kesedihan menyesali yang telah lampau dan kecewa terhadap takdir, itulah yang dilarang, sebagaimana dalam firman Allah:


"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu seperti orang-orang kafir (orang-orang munafik) itu, yang mengatakan kepada saudara-saudara mereka apabila mereka mengadakan perjalanan di muka bumi atau mereka berperang:"Kalau mereka tetap bersama-sama kita tentulah mereka tidak mati dan tidak dibunuh". Akibat (dari perkataan dan keyakinan mereka) yang demikian itu, Allah menimbulkan rasa penyesalan yang sangat di dalam di hati mereka.." (Ali Imraan : 156)


Itulah yang dilarang oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam ketika beliau bersabda:


"Kalau engkau tertimpa musibah, janganlah engkau mengatakan: "Kalau tadi aku lakukan begini, tentu jadinya akan begini dan begini..". Tapi katakanlah: "Sudah takdir Allah, Allah melakukan apa saja yang Dia kehendaki. Karena kata "seandainya," itu membuka pintu amalan syetan (yakni akan membuka pintu kesedihan dan kekecewaan. Yang demikian itu hanya berbahaya dan tidak bermanfaat. Tapi ketahuilah, bahwa apa saja yang menimpamu tidak akan pernah meleset. Dan segala yang meleset tidak akan pernah menimpamu. Allah berfirman:


"Tidak ada sesuatu musibahpun yang menimpa seseorang kecuali denga izin Allah; Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya.." (At-Taghaabun : 11)


Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud dalam ayat itu adalah seseorang yang tertimpa satu musibah lalu ia menyadari bahwa musibah itu berasal dari Allah, sehingga ridha dan berserahdiri.


Yang kedua, penggunaan kata "seandainya," untuk menjelaskan satu pengetahuan yang bermanfaat. Seperti firman Allah:


"Sekiranya ada di langit dan di bumi ilah-ilah selain Allah, tentulah keduanya itu sudah rusak binasa.." (Al-Anbiya : 22)


Atau untuk menunjukkan kecintaan terhadap perbuatan baik dan keinginan melakukannya. Seperti ucapan:"Kalau saja aku memiliki apa yang dimiliki oleh Fulan, tentu aku akan melakukan apa yang dia lakukan.." dan sejenisnya. Ungkapan semacam itu boleh-boleh saja. Adapun sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam: "Kalaulah beliau mau bersabar, tentu Allah akan menceritakan kepada kita lanjutan kisah mereka.." Itu termasuk jenis yang kedua. Seperti juga firman Allah:


"Maka mereka menginginkan supaya kamu bersikap lunak lalu mereka bersikap lunak (pula kepadamu.." (Al-Qalam : 3)


Sesungguhnya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam akan senang dapat mencerikan kisah kedua Nabi itu. Maka beliau mengutarakan dengan kata-kata itu untuk menjelaskan kesenangan beliau bila kesabaran yang seandainya dilakukan Musa kala itu. Beliau memberitahukan manfaat yang ada dalam kesabaran itu. Tak ada unsur kekecewaan dan kesedihan dalam unggkapan beliau, juga tidak meninggalkan kewajiban bersabar terhadap takdir.. Wallahu A'lam.


Sumber : http://www.islam-qa.com/


»»  SAKWISE

Sebab Laki-laki Ditarik ke Neraka oleh Wanita

Di akhirat nanti ada 4 golongan lelaki yang akan ditarik masuk ke neraka oleh wanita. Lelaki itu adalah mereka yang tidak memberikan hak kepada wanita dan tidak menjaga amanah itu. Mereka ialah:

1. Ayahnya

Apabila seseorang yang bergelar ayah tidak mempedulikan anak-anak perempuannya di dunia. Dia tidak memberikan segala keperluan agama seperti mengajar sholat,mengaji dan sebagainya Dia membiarkan anak-anak perempuannya tidak menutup aurat. Tidak cukup kalau dengan hanya memberi kemewahan dunia saja. Maka dia akan ditarik ke neraka oleh anaknya. (p/s; Duhai lelaki yg bergelar ayah, bagaimanakah hal keadaan anak perempuanmu sekarang?. Adakah kau mengajarnya bersholat ... ..menutup aurat?.. pengetahuan agama?.. Jika tidak cukup salah satunya, maka bersedialah untuk menjadi bahan bakar neraka jahannam.)

2. Suaminya

Apabila sang suami tidak mempedulikan tindak tanduk isterinya. Bergaul bebas di pejabat, memperhiaskan diri bukan untuk suami tapi untuk pandangan kaum lelaki yang bukan mahram. Apabila suami mendiam diri walaupun seorang yang alim dimana sholatnya tidak pernah bertangguh, maka dia akan turut ditarik oleh isterinya bersama-sama ke dalam neraka.

(p/s; Duhai lelaki yg bergelar suami, bagaimanakah hal keadaan isteri tercintamu sekarang?. Dimanakah dia?
Bagaimana akhlaknya? Jika tidak kau menjaganya mengikut ketetapan syari'at, maka terimalah hakikat yang kau akan sehidup semati bersamanya di 'taman' neraka sana.)

3. Abang-abangnya

Apabila ayahnya sudah tiada, tanggung jawab menjaga maruah wanita jatuh ke bahu abang-abangnya dan saudara lelakinya. Jikalau mereka hanya mementingkan keluarganya saja dan adiknya dibiarkan melencong dari ajaran Islam, tunggulah tarikan adiknya di akhirat kelak.

(p/s; Duhai lelaki yang mempunyai adik perempuan, jangan hanya menjaga amalmu, dan jangan ingat kau terlepas...
kau juga akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak...jika membiarkan adikmu bergelumang dengan maksiat... dan tidak menutup aurat.)

4. Anak-anak lelakinya

Apabila seorang anak tidak menasihati seorang ibu perihal kelakuan yang haram di sisi Islam. bila ibu membuat kemungkaran mengumpat, memfitnah, mengata-ngatai dan sebagainya...maka anak itu akan disoal dan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak....dan nantikan tarikan ibunya ke neraka.

(p/s; Duhai anak2 lelaki.... sayangilah ibumu....
nasihatilah dia jika tersalah atau terlupa.... karena ibu juga insan biasa... sekali lepas dari melakukan dosa...
selamatkanlah dia dari menjadi 'kayu api' neraka....jika tidak, kau juga akan ditarik menjadi penemannya.)
..................................................
Lihatlah.....betapa hebatnya tarikan wanita bukan saja di dunia malah di akhirat pun tarikannya begitu hebat. Maka kaum lelaki yang bergelar ayah/suami/abang atau anak harus memainkan peranan mereka.

Firman Allah S.W.T;

"Hai anak Adam, peliharalah diri kamu serta ahlimu dari api neraka dimana bahan bakarnya ialah manusia, jin dan batu-batu...."

Sumber : http://www.dudung.net/

»»  SAKWISE

Wanita Adalah Makhluk Yang Tangguh

Wanita adalah sosok yang amat sering dijadikan sorotan dalam setiap sudut kehidupan. Dandanannya, pakaiannya, tingkah laku, sampai ke gerak tubuhnya. Nah, belum lagi akhir-akhir ini dimana gerakan feminimisme semakin di koar-koarkan. So makin banyak wanita yang "kebelet" pengen "dipublikasikan". Sebenarnya paham nggak sih dengan hakikat seorang wanita???

Selama ini tokoh-tokoh feminimisme mengajukan tuntutan yang buanyaaak banget, tapi intinya *****a satu, meminta persamaan hak dan kewajiban seperti pria. Pantas nggak sih sebenarnya???

Secara fisik dan mental tak dapat dipungkiri, wanita dan pria memang sangat berbeda. Hal itu juga yang menyebabkan tugas, hak dan kewajiban kedua Makhluk Allah ini berbeda. Setiap yang diciptakan Allah selalu memiliki keistimewaan sendiri. Pria yang memiliki fisik jauh lebih kuat dari wanita, dapat menjadi pelindung, yang menjaga kehormatan seorang wanita. Dia pun dapat mencari nafkah untuk keluarganya, serta berperang untuk menegakkan panji-panji agama Allah.

Dan wanita? dengan kelembutan hati yang Allah karuniakan padanya, ia dapat memacu semangat suaminya, anak lelakinya, atau ayahnya, yang sedang bertempur. Dia pula yang menjaga rumah tangga dan kehormatan suaminya. Dari rahimnyalah terlahir mujahid-mujahid yang bahkan setingkat Abu Bakar Siddiq. Ditangannya pula terdidik pemimpin-pemimpin yang tangguh seperti Umar Bin Abdul Aziz.

Wanita adalah makhluk Allah yang sangat tangguh. Ingatlah hadits Rasulullah yang artinya, "wanita adalah tiang negara, apabila dalam sebuah negara wanitanya baik, maka jayalah ia, namun apabila wanita di dalamnya buruk, maka hancurlah negara itu". Ketangguhan seorang wanita telah dikatakan Rasulullah, bahkan Allah pun mengatakannya dalam Al-Qur’an, memuliakan kedudukan seorang ibu, yang juga seorang wanita. Masih kurang kah semua itu??? Sehingga masih ingin disamakan dengan pria. Tidak saudariku, semua itu lebih dari cukup. Bukankah tak ada yang paling mulia, selain mulia dihadapan Allah dan RasulNya?

Tahukah engkau saudariku??? Bahwa dengan meminta persamaan dengan kaum Adam berarti engkau telah menghina kodratmu sendiri. Kenapa? Karena dengan meminta persamaan itu, berarti engkau memandang rendah status yang kini engkau jalani sebagai seorang wanita. Engkau memandang hina tugas dan kewajibanmu, sehingga engkau merasa semua itu tak pantas dijalani. Padahal tugasmu itu sangat berat, tugas yang belum tentu, atau bahkan tak akan pernah bisa diemban oleh pria.

Berbedanya wanita dan pria tidak mengidentifikasikan, kalau pria lebih mulia ketimbang wanita. Ingatlah firman Allah dalam Al-Qur’an yang menyatakan semua manusia kedudukannya sama disisi Allah, yang membedakannya hanyalah ketaqwaan kepada Allah.

Lihatlah keadaan yang selama ini terjadi, sekian banyak wanita yang meminta kebebasan meninggalkan rumah tangganya untuk mencari ketenaran diluar rumah. Berkali-kali lipat itu pula, semakin tercipta generasi-generasi yang kurang kasih sayang dan kelembutan seorang ibu. Akibatnya narkoba merajalela, tawuran disana-sini, pergaulan bebas, tindak kriminal di kalangan remaja seakan telah menjadi menu kita sehari-hari. Itukah wujud keperkasaan seorang wanita???

Ketika ia sukses menjadi wanita karir, rumah tangganya berantakan. Anak lelakinya terbaring lemah di rumah sakit karena tawuran, sedang anak perempuannya menjadi korban pergaulan bebas. Itulah wujud lemahnya seorang wanita dalam menolak nafsu dunia.

Yakinlah saudariku wanita adalah makhluk Allah yang tangguh. Karena itu, dia diberi amanah untuk melahirkan, mendidik, membesarkan, dan mencintai calon-calon penegak bendera agama Allah di muka bumi ini. Dan tugasmu itu amat mulia, jauh lebih mulia dari apa yang ada di muka bumi ini. Karena itu jangan pernah merasa hina tinggal di rumah, wanita adalah ratu dalam rumah tangganya dan insya Allah ratu di surga Allah. Jalani kodrat yang Allah berikan dengan ikhlas atas dasar cinta kepadaNya, sesungguhnya hanya Allah yang akan membalas keikhlasanmu, sebab terlalu besar untuk dibayar oleh dunia.

Sumber : http://niex.blogsome.com/

»»  SAKWISE

Jumat, Maret 13, 2009

Di Telaga itu Rasul Menanti


Di Telaga itu Rasul Menanti

"Sesungguhnya aku menunggu (kedatangan) kamu sekalian di telaga. Barangsiapa melewati, dia pasti minum. Dan barangsiapa minum, maka dia tidak akan dahaga selamanya." (HR.Bukhari)

Manusia agung itu memang telah tiada. Setelah dua puluh tiga tahun menebar cahaya Islam dengan penuh cinta dan kasih sayang untuk menyelamatkan kita, manusia, beliau pergi menemui Rabbnya. Kepergiannya membuat seisi dunia menangis. Bukan hanya para sahabat yang begitu sangat mencintainya, tapi mimbar dan tongkat yang selalu menemaninya saat berkhutbah, pun ikut berguncang hebat tanda keduanya sedang berduka.
Meskipun telah tiada, namun kecintaan sang Nabi kepada kita umatnya tiada pernah henti. Walau terkadang yang dicinta tak pandai membalas cinta, juga tak sadar kalau selalu didoakan keselamatan dan ditangisi kesulitan yang menimpanya. Kecintaannya terbawa mati. Bahkan tidak berujung. Cinta itu selalu hadir kapan dan bagaimanapun situasinya. Tak kenal suka maupun duka. Tak terbatas dunia dan akhirat. Tak terbedakan di saat aman atau sedang huru-hara. Di saat seorang ibu dan seorang anak tidak saling mengenal, sekalipun.


Di sana, di padang mahsyar, ketika segenap kita disibukkan oleh urusan kita masing-masing. Ketika kita digiring secara kasar menuju pengadilan Tuhan Yang Mahabijaksana. Ketika kita dikumpulkan dalam keadaan telanjang dan tanpa alas kaki. Ketika matahari dengan sinarnya yang membakar hanya berjarak satu hasta dari atas kepala. Ketika rasa haus mencekik tenggorokan. Ketika ini dan itu terjad, cinta itu kembali hadir. Ya, hadir dalam sebuah telaga yang indah nan menyegarkan. Yang semua orang pasti berharap dapat meneguk airmya di tengah berbagai kesulitan yang mendera.
Telaga itu benar-benar ada, luas dan indah. Dan sungguh sangat indah. Ia hadir dengan nama yang indah pula, Al Kautsar; nikmat yang banyak. Demikian Abdullah bin Abbas, sepupu Nabi saw menuturkan.
Di telaga itu Rasulullah saw menanti umatnya, dengan luapan cinta dan kasih sayangnya, menyambut mereka yang kehausan. Beliau sangat mengenali umatnya, karena memang mereka memiliki tanda-tanda yang tidak dipunyai oleh siapapun oleh umat lain. "Kalian akan datang kepadaku dengan muka, lengan dan betis yang berkilauan karena bekas air wudlu," tegas beliau dalam sabdanya.
Memang, telaga dan semua kenikmatannya itu bukan akhir dari segalanya. Perjalanan kita menuju persinggahan terakhir; surga atau neraka, masih sangat panjang. Setelahnya kita akan menghadapi perhitungan amal yang tidak kalah menegangkan. Lalu amal-amal itu akan ditimbang untuk diberikan balasan. Selanjutnya, kita akan menuju ke shirat dengan terlebih dahulu melewati tujuh jembatan, dimana di masing-masing jembatan itu akan ditanyakan keimanan, shalat, puasa Ramadhan, zakat, haji dan umrah, mandi wajib dan wudlu, dan kezhaliman-kezhaliman yang pernah kita lakukan kepada sesama manusia. Kata sebagian ulama, kita tidak akan melangkah ke jembatan berikutnya jika pada jembatan sebelumnya kita gagal.
Perjalanan setelah telaga sungguh masih sangat panjang dan berat. Begitupun, bisa mampir dan minum di telaga Rasul itu sungguh sebuah karunia besar. Perjalanan memang belum lagi selesai. Tapi mendapatkan minum dari telaga yang sesudahnya tidak lagi ada haus sungguh sangat didambakan. Itu akan sangat meringankan, di hari ketika segalanya berubah begitu mengerikan, panas, haus dan mencekam.
Hari ini, entah di ujung pelarian mana kita menuju. Tapak demi tapak adalah keniscayaan menuju kematian. Di telaga itu, kelak, Rasul setia menanti. Dengan cinta dan kasih sayangnya. Tak ada yang patut dilakukan, kecuali senantiasa memohon, agar bila tiba saatnya, kita bisa bertemu Rasul di telaga itu, lalu minum dengan sepuas hati.

Di sana, di telaga itu, Rasul menanti.

Sumber : Tarbawi edisi 124 Th. 7 Dzulhijjah 1426 H/19 Januari 2006 M

»»  SAKWISE

Jumat, Februari 27, 2009

Gerakan Shalat Bagi Kesehatan


Shalat ternyata tidak hanya menjadi amalan utama di akhirat nanti, tetapi gerakan-gerakan shalat paling proporsional bagi anatomi tubuh manusia. Bahkan dari sudut medis, shalat adalah gudang obat dari berbagai jenis pnyakit.

Allah, Sang Maha Pencipta, tahu persis apa yang sangat dibutuhkan oleh ciptaanNya, khususnya manusia. Semua perintahNya tidak hanya bernilai ketakwaan, tetapi juga mempunyai manfaat besar bagi tubuh manusia itu sendiri. Misalnya, puasa, perintah Allah di rukun Islam ketiga ini sangat diakui manfaatnya oleh para medis dan ilmuwan dunia barat. Mereka pun serta merta ikut berpuasa untuk kesehatan diri dan pasien mereka.

Begitu pula dengan shalat. Ibadah shalat merupakan ibadah yang paling tepat untuk metabolisme dan tekstur tubuh manusia. Gerakan-gerakan di dalam shalat pun mempunyai manfaat masing-masing. Misalnya:

Takbiratul Ihram

Berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar tlinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah. Gerakan ini bermanfaat untuk melancarkan aliran darah, getah bening (limfe), dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancer ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancer. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.

Ruku’

Ruku’ yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus sehingga bila diletakkan segelas air di atas punggung tersebut tak akan tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang. Gerakan ini bermanfaat untuk menjaga kesempurnaan posisi serta fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat saraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi untuk merelaksasikan otot-otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah sarana latihan bagi kemih sehingga gangguan prostate dapat dicegah.

I’tidal

Bangun dari ruku’, tubuh kembali tegak setelah mengangkat kedua tangan setinggi telinga. I’tidal merupakan variasi dari postur setelah ruku’ dan sebelum sujud. Gerakan ini bermanfaat sebagai latihan yang baik bagi organ-organ pencernaan. Pada saat I’tidal dilakukan, organ-organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Tentu memberi efek melancarkan pencernaan.

Sujud

Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai. Posisi sujud berguna untuk memompa getah bening ke bagian leher dan ketiak. Posis jantung di atas otak menyebabkan daerah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Oleh karena itu, sebaiknya lakukan sujud dengan tuma’ninah, tidak tergesa-gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Posisi seperti ini menghindarkan seseorang dari gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik ruku’ maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.

Duduk di antara sujud

Duduk setelah sujud terdiri dari dua macam yaitu iftirosy (tahiyat awal) dan tawarru’ (tahiyat akhir). Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki. pada saat iftirosy, tubuh bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan saraf nervus Ischiadius. Posisi ini mampu menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Duduk tawarru’ sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih (uretra), kelenjar kelamin pria (prostate) dan saluran vas deferens. Jika dilakukan dengan benar, posisi seperti ini mampu mencegah impotensi. Variasi posisi telapak kaki pada iftirosy dan tawarru’ menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita.

Salam

Gerakan memutar kepala ke kanan dank e kiri secara maksimal. Salam bermanfaat untuk bermanfaat untuk merelaksasikan otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran darah di kepala sehingga mencegah sakit kepala serta menjaga kekencangan kulit wajah.

Gerakan sujud tergolong unik. Sujud memiliki falsafah bahwa manusia meneundukkan diri serendah-rendahnya, bahkan lebih rendah dari pantatnya sendiri. Dari sudut pandang ilmu psikoneuroimunologi (ilmu mengenai kekebalan tubuh dari sudut pandang psikologis) yang di dalami Prof. Soleh, gerakan ini mengantarkan manusia pada derajat setinggi-tingginya. Mengapa?

Dengan melakukan gerakan sujud secara rutin, pembuluh darah di otak terlatih untuk menerima banyak pasokan oksigen. Pada saat sujud, posisi jantung berada di atas kepala yang memungkinkan darah mengalir maksimal ke otak. Artinya, otak mendapatkan pasokan darah kaya oksigen yang memacu kerja sel-selnya. Dengan kata lain, sujud yang tuma’ninah dan kontinu dapat memicu peningkatan kecerdasan seseorang.

Setiap inci otak manusia memerlukan darah yang cukup untuk berfungsi secara normal. Darah tidk akan memasuki urat saraf di dalam otak melainkan ketika seseorang sujud dalam shalat. Urat saraf tersebut memerlukan darah untuk beberapa saat tertentu saja. Ini berarti, darah akan memasuki bagian urat tersebut mengikuti waktu shalat, sebagaimana yang telah diwajibkan dalam Islam.

Riset di atas telah mendapat pengakuan dari Harvard University, Amerika Serikat. Bahkan seorang dokter berkebangsaan Amerika yang tak dikenalnya menyatakan diri masuk Islam setelah diamdiam melakukan riset pengembangan khusus mengenai gerakan sujud. Di samping itu, gerakan-gerakan dalam shalat sekilas mirip gerakan yoga ataupun peregangan (stretching). Intinya, berguna untuk melenturkan tubuh dan melancarkan peredaran darah. Keunggulan shalat dibandingkan gerakan lainnya adalah di dalam shalat kita lebih banyak menggerakkan anggota tubuh, termasuk jari-jari kaki dan tangan.

Sujud adalah latihan kekuatan otot tertentu, termasuk otot dada. Saat sujud, beban tubuh bagian atas ditumpukan pada lengan hingga telapak tangan. Saat inilah kontraksi terjadi pada otot dada, bagian tubuh yang menjadi kebanggan wanita. Payudara tak hanya menjadi lebih indah bentuknya tetapi juga memperbaiki fungsi kelenjar air susu di dalamnya.

Masih dalam posisi sujud, manfaat lain yang bisa dinikmati kaum hawa adalah otot-otot perut (rectus abdominis dan obliqus abdominis externus) berkontraksi penuh saat pinggul serta pinggang terangkat melampaui kepala dan dada. Kondisi ini melatih organ di sekitar perut untuk mengejan lebih dalam dan lebih lama yang membantu dalam proses persalinan. Karena di dalam persalinan dibutuhkan pernapasan yang baik dan kemampuan mengejan yang mencukupi. Bila otot perut telah berkembang menjadi lebih besar dan kuat, maka secara alami, otot ini justru menjadi elastis. Kebiasaan sujud menyebabkan tubuh dapat mengembalikan dan mempertahankan organ-organ perut pada tempatnya kembali (fiksasi).

Setelah melakukan sujud, kita melakukan gerakan duduk. Dalam shalat terdapat dua jenis duduk: iftirosy (tahiyat awal) dan tawaru’ (tahiyat akhir). Hal terpenting adalah turut berkontraksinya otot-otot daerah perineum. Bagi wanita, di daerah ini terdapat tiga liang yaitu liang persenggamaan, dubur untuk melepas kotoran, dan saluran kemih. Saat tawarru’, tumit kaki kiri harus menekan daerah perineum. Punggung kaki harus diletakkan di atas telapak kaki kiri dan tumit kaki kanan harus menekan pangkal paha kanan. Pada posisi ini tumit kaki kiri akan memijit dan menekan daerah perineum. Tekanan lembut inilah yang memperbaiki organ reproduksi di daerah perineum.

Pada dasarnya, seluruh gerakan shalat bertujuan meremajakan tubuh. Jika tubuh lentur, kerusakan sel dan kulit sedikit terjadi. Apalagi jika dilakukan secara rutin, maka sel-sel yang rusak dapat segera tergantikan. Regenerasi pun berlangsung dengan lancar. Alhasil, tubuh senantiasa bugar.

Menuru penelitian Prof. Dr. Muhammad Soleh dalam desertasinya yang berjudul “Pengaruh Shalat Tahajud terhadap Peningkatan Perubahan Respon Ketahanan Tubuh Imonologik: Suatu Pendekatan Neuroimunologi” dengan desertasi itu, Soleh berhasil meraih gelar doctor dalam bidang ilmu kedokteran pada program pasca sarjana Universitas Surabaya yang dipertahankannya beberapa waktu lalu.

Shalat tahajud ternyata bukan hanya sekedar shalat tambahan (sunah muakkad), tetapi jika dilakukan secara rutin dan ikhlas akan bisa mengatasi penyakit kanker. Secara medis, shalat tahajud mampu menumbuhkan respons ketahanan tubuh (imunologi) khususnya pada imunoglobin M, G, A, dan limfositnya yang berupa persepsi serta motivasi positif. Selain itu, juga dapat mengefektifkan kemampuan individu untuk menanggulangi masalah yang dihadapi.

Selama ini, ulama melihat ikhlas hanya sebagai persoalan mental psikis. Namun, sebetulnya permasalahan ini dapat dibuktikan dengan teknologi kedokteran. Ikhlas yang selama ini dipandang sebagai misteri dapat dibuktikan secara kuantitatif melalui sekresi hormon kortisol dengan parameter kondisi tubuh. Pada kondisi normal, jumlah kortisol pada pagi hari normalnya antra 38-690 nmol/liter. Sedangkan pada malam hari atau setelah pukul 24.00, jumlah ini meningkat menjadi 69-345 nmol/liter.

“Kalau jumlah hormone kortisolnya normal, dapat diindikasikan bahwa orang tersebut tidak ikhlas karena merasa tertekan. Demikian juga sebaliknya,” ujarnya seraya menegaskan temuannya ini membantah paradigma lama yang menganggap ajaran agama Islam semata-mata dogma atau doktrin.

Menurut Dr. Soleh, orang stress biasanya rentan sekali terhadap penyakit kanker dan infeksi. Dengan melakukan tahajud secara rutin dan disertai perasaan ihklas serta tidak terpaksa, seseorang akan memiliki respon imun yang baik serta besar kemungkinan terhindar dari penyakit infeksi dan kanker. Berdasarkan perhitungan medis, shalat tahajud yang demikian menyebabkan seseorang memiliki ketahanan tubuh yang baik.

Sumber: Eramuslim

»»  SAKWISE

Selasa, Januari 20, 2009

Kalo lalat masuk minuman, celupin aja lalatnya...!


* ^_^ *

Nabi Bersabda, "Apabila seekor lalat masuk ke dalam minuman salah seorang kalian, maka celupkanlah ia, kemudian angkat dan buanglah lalatnya sebab pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap lainnya ada obatnya."(HR. Bukhari, Ibn Majah, dan Ahmad)

Dalam riwayat lain: "Sungguh pada salah satu sayap lalat ada racun dan pada sayap lainnya obat, maka apabila ia mengenai makananmu maka perhatikanlah lalat itu ketika hinggap di makananmu, sebab ia mendahulukan racunnya dan mengakhirkan obatnya." (HR. Ahmad, Ibn Majah)



Diantara mu'jizat kenabian Rasulullah dari aspek kedokteran yang harus ditulis dengan tinta emas oleh sejarah kedokteran adalah alat pembuat sakit dan alat pembuat obat pada kedua sayap lalat sudah beliau ungkapkan 14 abad sebelum dunia kedokteran berbicara. Dan penyebutan lalat pada hadits itu adalah bahwa air tetap suci dan bersih jika dihinggapi lalat yang membawa bakteri penyebab sakit kemudian kita celupkan lalat tersebut agar sayap pembawa obat(penawarnya) pun tercelup ke air.

Dan percobaan ilmiah kontemporer pun sudah dilakukan untuk mengungkapkan rahasia di balik hadits ini. Bahwasannya ada kekhususan pada salah salah satu sayapnya yang sekaligus menjadi penawar atau obat terhadap bakteri yang berada pada sayap lainnya.

Oleh karena itu, apabila seekor lalat dicelupkan ke dalam air keseluruhan badannya, maka bakteri yang ada padanya akan mati, dan hal ini cukup untuk menggagalkan "usaha lalat" dalam meracuni manusia, sebagaimana hal ini pun telah juga ditegaskan secara ilmiah. Yaitu bahwa lalat memproduksi zat sejenis enzim yang sangat kecil yang dinamakan Bakteri Yofaj, yaitu tempat tumbuhnya bakteri.

Dan tempat ini menjadi tumbuhnya bakteri pembunuh dan bakteri penyembuh yang ukurannya sekitar 20:25 mili mikron. Maka jika seekor lalat mengenai makanan atau minuman, maka harus dicelupkan keseluruhan badan lalat tersebut agar keluar zat penawar bakteri tersebut. Maka pengetahuan ini sudah dikemukakan oleh Nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dengan gambaran yang menakjubkan bagi siapapun yang menolak hadits tentang lalat tersebut.
Dr. Amin Ridha, Dosen Penyakit Tulang di Jurusan Kedokteran Univ. Iskandariyah, telah melakukan penelitian tentang "hadits lalat ini" dan menegaskan bahwa di dalam rujukan-rujukan kedokteran masa silam ada penjelasan tentang berbagai penyakit yang disebabkan oleh lalat.Dan di zaman sekarang, para pakar penyakit yang mereka hidup berpuluh-puluh tahun, baru bisa mengungkap rahasia ini, padahal sudah dibongkar informasinya sejak dahulu. Yaitu kurang lebih 30-an tahun yang lalu mereka menyaksikan dengan mata kepala sendiri obat berbagai penyakit yang sudah kronis dan pembusukan yang sudah menahun adalah dengan lalat.

Berdasarkan hal ini, jelaslah bahwa ilmu pengetahuan dalam perkembangannya telah menegaskan penjelasannya dalam terori ilmiah sesuai dengan hadits yang mulia ini. Dan mukjizat ini sudah dikemukakan semenjak dahulu kala, 14 abad yang silam sebelum para pakar kedokteran mengungkapkannya baru-baru ini.
»»  SAKWISE

Rabu, Januari 07, 2009

Para Penoreh Sejarah Tanah Palestina

54 tahun sudah Israel menjajah Palestina. Selama itu pula Israel menciptakan malapetaka terhadap warga Palestina, khususnya Umat Muslim. Pengusiran, penggusuran hingga aksi penjagalan manusia berlangsung secara sistematis. Secara kemanusiaan, bercokolnya Israel merupakan tragedi yang tak terperikan. Sebuah tragedi panjang yang mengalahkan holocaust Nazi Jerman, bangsa yang ironinya dibenci Yahudi karena melakukan hal tersebut pada mereka.

Dibalik penindasan Israel terhadap Palestina, terdapat sejumlah tokoh-tokoh yang menorehkan sejarah di atas tanah Palestina. Sebagian mereka adalah أ'teroris' kelas wahid, secara politik maupun kekerasan. Sebagian lagi dielu-elukan sebagai pengerek asa penduduk Palestina.

  • Theoder Herzl

Inilah Bapak Zionis Yahudi. Penggagas negara Israel ini lahir di Budapest, 1860. Herzl lancar berbahasa Jerman dan Prancis, namun lemah dalam bahasa Hebrew, Yiddish dan Rusia; sekuler tulen, intelektual yang kosmopolitan, seorang doktor hukum. Ketika pada tahun 1894-1895 terjadi gelombang antisemit di Eropa akibat pengkhianatan seorang Yahudi-Prancis yang menjadi kapten pada angkatan bersenjata Prancis, yang menjual ribuan rahasia Prancis pada Jerman. Herzl yang tengah menjadi wartawan dan meliput peristiwa tersebut terdorong untuk mengeluarkan gagasan أ'negara bagi bangsa Yahudi'أ. Pada tahun 1896 ia menulis artikel tentang Der Judenstaat (Negara Yahudi) di bawah subtitel أ'An Attempt at a Modern Solution of the Jewish Question'.أ


Awalnya pada Kongres Zionis Internasional pertama di Basle, Switzerland 1897, pemerintah Inggris menawarkan Uganda sebagai أ'homelandأ'. Namun usulan tersebut dimentahkan kalangan Yahudi Eropa Timur. Pilihan أ'homelandأ' akhirnya berujung pada Palestina yang diputuskan pada Kongres Nasional Zionis VI, dengan ucapan yang dikutip dari Zabur; أ"Jika aku melupakanmu, Wahai Jerusalem, biarkanlah tangan kananku melupakan kemampuannya".أ Herzl mati pada tahun 1904 akibat tekanan pekerjaannya sendiri. Jasadnya dikuburkan di Vienna.

  • Arthur James Balfour

Lahir pada 25 Juli 1848, pria ini adalah orang kuat yang berdiri di belakang pembentukan Israel. Mantan PM Inggris (1902-1905) dari Partai Konservatif ini bisa dianggap sebagai أ'pahlawan nasionalأ' bagi rakyat Israel. Pada tahun 1905 partai Konservatif mengalami kekalahan yang membuatnya tersingkir dari kursi Perdana Menteri. Namun ia beruntung karena saat David Lloyd George menjadi perdana menteri Inggris, ia diangkat menjadi Sekretaris Urusan Luar Negeri. Saat itu ia melontarkan isu Deklarasi Balfour pada tahun 1917. Sepucuk surat ia layangkan kepada Lord Rotshcild konglomerat Yahudi dan ketua Federasi Zionis Inggris Raya pada tanggal 2 November 1917 yang isinya menyatakan bahwa pemerintah Inggris Raya mendukung sekuat tenaga serta berupaya mengerahkan usaha yang terbaik untuk mewujudkan أ"Palestina sebagai tanah air bagi rakyat Yahudiأ". Deklarasi inilah yang mengantarkan lahirnya Israel pada tahun 1948. Balfour meninggal pada tanggal 19 Maret 1930.

  • Sultan Abdul Hamid II

Khalifah yang meludahi wajah Herzl, saat gembong Zionis tersebut mengajukan penawaran untuk membeli tanah Palestina seharga … poundsterling. Meski kekhilafahan Islam waktu itu telah melemah namun sultan dengan tegas menolak tawaran tersebut, dan mengusir Herzl.?آ

  • Syeikh Ahmad Yasin

Ahmad Yasin lahir pada tahun 1938 di desa Al Joura yang terletak di Distrik Selatan Jalur Gaza. Bersama keluarganya ia mengungsi ke Jalur Gaza setelah perang Arab-Israel pada tahun 1948. Kelumpuhan yang dialaminya di masa remaja, akibat latihan fisik yang keras, tidak menjadikannya pemuda yang lemah. Ia pernah bekerja sebagai guru bahasa Arab dan pendidikan agama, kemudian menjadi khatib dan ustadz di mesjid-mesjid di Gaza. Syeikh Ahmad Yasin menjadi khatib yang sangat populer pada masa-masa pendudukan Israel karena keberaniannya mengecam Israel dan mengobarkan perlawanan pada bangsa imperialis tersebut. Pada tahun 1983 ia ditangkap militer Israel dengan tuduhan kepemilikan senjata, membentuk organisasi militer dan melawan negara Zionis. Untuk itu ia ditahan selama 13 tahun. Namun baru 11 bulan menjalani hukuman ia dibebaskan pada tahun 1985 melalui sebuah pertukaran tawanan.

Di tahun 1987 bersama sejumlah aktivis Islam ia mendirikan Gerakan Perlawanan Islam Hamas, yang tidak hanya mengguncang Palestina dan dunia Arab, namun juga dunia internasional. Perjuangannya berbuah berbagai penangkapan dan intimidasi. Pada tahun 1988 ia dideportasi ke Libanon. 18 Mei 1989 bersama ratusan aktivis Hamas ia ditangkap untuk menghentikan serangan أ'pisau perangأ' terhadap militer Israel. Pada tanggal 16 Oktober 1991, militer Zionis memenjarakannya dengan vonis 15 tahun. Ia didakwa atas 9 tuduhan tindak kriminal, termasuk penculikan, pembunuhan dan pendirian gerakan Hamas. Akibat penganiayaan militer Israel selama masa penahanan, mata kanannya tidak bisa lagi melihat sementara mata kirinya melemah, telinganya mengalami peradangan. Ia pun menderita bronkhitis dan sejumlah gangguan serta peradangan lambung. Pada tanggal 1 Oktober 1997 sang pejuang ini dilepaskan melalui perjanjian ekstradisi pemerintah Yordania dan Israel setelah tertangkapnya dua orang agen Zionis yang terlibat dalam pembunuhan Ketua Biro Politik Hamas Khalid Mishaأ'‚ di Amman.

  • Yasser Arafat

Lahir di Jalur Gaza pada tanggal 29 Agustus 1929 dengan nama lengkap Mohammed Yasser Abdul-Raأ'uf Qudwa Al-Husseini. Ketika Israel berdiri pada tahun 1948, Arafat bermigrasi ke Mesir. Di sana ia Presiden Pemerintahan Otoritas Palestina ini adalah lulusan Teknik Arsitektur Universitas King Fuad, di Mesir pada tahun 1951. Pada tahun 1958 ia meninggalkan Mesir menuju Kuwait tempat ia bekerja sebagai seorang engineer dan berjumpa dengan Khalil Al Wazir (Abu Jihad). Ia mendiskusikan ide pendirian Al Fatah Gerakan Pembebasan Nasional Palestina. Saat ia kembali ke Palestina ia berjumpa dengan sekelompok aktivis Palestina dan mendirikan Gerakan Al Fatah dan melancarkan operasi pertama pada bulan Januari 1965, ia diangkat sebagai pemimpin gerakan. Ia memimpin perang Al Karamah melawan Israel pada tahun 1968 bersama koleganya di Al Fatah. Karirnya sebagai ketua PLO dimulai pada tahun 1968 sebagai pemimpin yang ketiga setelah Ahmad Ash Shuqiri dan Yahya Hamoda.

http://www.gaulislam.com/para-penoreh-sejarah-tanah-palestina
»»  SAKWISE

Rabu, Desember 31, 2008

Shalat Dan Respons Relaksasi

* ^_^ *

Menurut Herbert Benson, kombinasi antara teknik relaksasi yang baik dan kuatnya keyakinan merupakan faktor kunci keberhasilan relaksasi. Benson telah memberi contoh beberapa doa - dalam beberapa agama - yang dapat menjadi kata fokus ketika sesorang melakukan meditasi atau tafakur.

Shalat yang dilakukan secara serius dapat menjadi sarana respons relaksasi tubuh yang baik. Niat yang ikhlas, yang dipatrikan ketika hendak memulai shalat, merupakan awal yang baik dalam memunculkan reaksi relaks dari tubuh. Tekad yang diucapkan melalui doa iftitah memberi suasana yang memudahkan konsentrasi bagi pikiran. Konsentrasi pikiran adalah kunci keberhasilan shalat. Sekaligus, dalam aspek yang lain, kunci kesuksesan sebuah relaksasi.

Konsentrasi pikiran yang berpadu dengan gerakan teratur shalat dapat menghasilkan respons tubuh, antara lain, menurunnya tekanan darah atau teraturnya denyut nadi. Gerakan shalat itu sendiri adalah gerakan fisiologis tubuh. Artinya, gerakan itu merupakan gerakan alamiah mengikuti bentuk anatomis tubuh. Sehingga, bagi tubuh, geraka-gerakan itu tidak asing dan aneh. Walaupun begitu, adalah keliru menjadikan alasan relaksasi sebagai alasan melakukan shalat.

*Dikutip dari 'Revolusi IQ/EQ/SQ' karya Taufiq Pasiak
»»  SAKWISE

Minggu, Desember 28, 2008

MAKAN PUN ADA ATURANNYA

Kesopanan seseorang sering kali dinilai dari tindak tanduknya saat di meja makan. "Table manner", orang barat bilang. Namun, poin-poin etika apa saja yang sebaiknya kita, sebagai seorang yang mengaku dirinya muslim, kuasai? Tentu saja dengan mengacu pada apa-apa yang dicontohkan Rasulullah SAW yang tidak berbicara dan berbuat atas dasar hawa nafsu, melainkan apa yang beliau ucapkan berdasarkan wahyu.
Di dalam Al Qur'an dan Sunnah Nabi SAW banyak nash yang mengatur kehidupan manusia di dunia dan pola hidup yang seharusnya, yang menjamin kesehatan dan kemuliaan manusia serta menempatkan posisi manusia sesuai fitrah yang telah diciptakan Allah Ta'ala. Sebut saja, contoh hadist :
" Sesungguhnya tubuhmu mempunyai hak yang harus kamu penuhi." (muttafaq'alaihi)
Di antara hak tubuh itu adalah memberinya makan jika lapar, mengistirahatkan bila letih, membersihkannya bila kotor, serta melindunginya dari segala yang dapat menyakitinya, mengobati jika sakit serta tidak membebaninya dengan sesuatu yang tidak mampu ia emban.
Rasulullah SAW telah memperingatkan kita, bahwa : "Sumber segala penyakit adalah Al Bardah." Al Bardah berarti gangguan pencernaan. Maka apa saja yang harus kita perhatikan untuk menghindarinya?
Berikut ini beberapa etika dalam Islam saat makan dan minum :
  • Membaca basmallah ketika hendak makan-minum. Sehingga seorang muslim akan mengingat bahwa makanan yang akan disantapnya tidak lain adalah nikmat dan anugerah Allah Yang Maha Pengasih. Dengannya ia akan selalu memelihara, tidak berlebihan dan tidak bersikap mubadzir. Ia juga menyakini bahwa makanan ini bukan tujuan akhir, tapi hanya sebagai sarana untuk taat kepada Allah.
  • Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan. Mengenai hal ini Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa tertidur sedang di kedua tangannya terdapat bekas gajih (lemak), lalu ketika bangun agi dia sudah menderita suatu penyakit, maka hendaklah dia tidak mencela, kecuali dirinya sendiri."
  • Mencuci mulut sebelum dan setelah makan. Baik dengan berkumur maupun dengan bersiwak, untuk membersihkan gigi dari sisa makanan dan bakteri.
  • Bersikap sederhana, seimbang dan menjauhi sikap berlebihan lagi rakus dalam makan dan minum.
  • Makan menggunakan tiga jari tangan kanan. Jika makan dengan lima jari menunjukkan kerakusan, makan dengan satu atau dua jari menunjukkan kesombongan dan keangkuhan, maka makan dengan tiga jari merupakan sikap pertengahan dan seimbang.
  • Duduk tegak lurus saat makan dan tidak bersandar. Kedua hal ini membantu pencernaan dalam bekerja.
  • Ambil makanan terdekat, tidak mencela makanan yang tidak disukai, cukup tinggalkan saja.
  • Makan dan minum sambil duduk, tidak bernafas dalam gelas dan tidak meniup makanan dan minuman. Hidung dan mulut mengandung begitu banyak mikrobakteri, yang bisa saja mengenai makanan dan minuman bila ditiup.
  • "Rasulullah SAW melarang minum dari mulut poci." (HR Bukhari Muslim dan Ibnu Majah)
  • Dianjurkan untuk tidak minum pada saat atau langsung setelah makan. Karena akan mempermudah lambung mencerna makanan.
  • Rasulullah SAW minum dengan menyesap, tidak dengan menenggak. Menenggak maksudnya minum dengan memberi ruang udara untuk masuk ke lambung. Hal ini dapat menyebabkan kembung serta menyulitkan gerak lambung dalam mencerna. Menyesap berarti menempelkan bibir ke permukaan air, sehingga bisa mencegah udara masuk ke lambung. Nabi SAW biasa minum dengan tiga kali teguk, sambil bernafas di antara ketiga tegukan itu di luar tempat minum, bukan di dalamnya. Bernafas dalam gelas atau dengan kata lain bersamaan dengan minum itu mengandung bahaya, salah satunya, tersedak, dimana pernafasan dapat tersumbat. Jadi, tidak baik menghabiskan minuman sekaligus dalam sekali tegukan.
  • Makan bersama-sama, tidak sendiri-sendiri. Dianjurkan juga makan sambil berbincang dan tidak diam. Hal ini dapat menciptakan suasana santai, menyenangkandan penuh kasih sayang sehingga akan memberi nilai positif bagi selera makan.
  • Menghormati budaya dan tradisi makan yang ada di tempat kita makan. Tidak boleh menghina, mencela atau membenci satu jenis makanan tertentu, sekalipun makanan itu di luar kebiasaannya.
  • Mendahulukan makan buah-buahan sebelum makan daging. Salah satu alasan sebagai upaya untuk mengikuti apa yang dilakukan para penghuni surga. "dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih, dan daging burung dari apa yang mereka inginkan."(QS Al Waqi'ah: 20-21). Makan buah-buahan sebelum menyantap makanan pokok dapat memancing lambung untuk segera mengeluarkan getah lambung, yang akan sangat membantu pencernaan.
  • Bersikap lembut ketika mengurus orang sakit serta tidak memaksanya untuk makan makanan tertentu.
  • Tidak tergesa-gesa ataupun makan dalam keadaan marah. Makan secara perlahan dan mengunyah dengan baik. Mengunyah akan merangsang keluarnya air liur yang kaya akan enzim pencernaan. Jadi proses mengunyah yang baik akan meringankan kerja lambung dan organ pencernaan selanjutnya. Sedangkan makan dalam keadaan marah dapat menghambat kerja pencernaan.
  • Hendaklah jarak antara makan satu dengan makan lainnya tidak kurang dari 4-5 jam. Hal ini sesuai dengan waktu pengosongan lambung. Sehingga makanan tercerna dengan optimal. Dan usahakan agar jarak antara waktu makan malam dengan waktu tidur tidak kurang dari dua jam. Makan malam dilakukan tepat waktu, sehingga tidak terlalu dekat dengan waktu tidur. Terlalu cepat tidur setelah makan akan menyulitkan lambung mencerna makanan, banyak menimbulkan gas, susah buang air besar serta dapat menimbulkan bau mulut. Waktu tidur merupakan waktu usus paling aktif mencerna makanan yang sebelumnya dimakan.

Dikutip dari Buletin Kesehatan YAROBI Edisi November 2008

»»  SAKWISE

Rabu, November 26, 2008

Kualitas Orang Dalam Berbicara

Setiap hari kita selalu berbicara, tapi kita tidak tahu...apakah pembicaraan kita ada manfaatnya ? Bahkan mungkin dengan sengaja, kita sering menghabiskan waktu seharian hanya untuk membicarakan hal-hal yang mengandung fitnah, gunjingan dan permusuhan.
Alangkah ruginya.......
Ketahuilah ! Sesungguhnya kekuatan terbesar dari kata-kata yang kita keluarkan adalah ketika kata-kata tersebut dapt membuat orang lain mendapatkan manfaat dari apa yang kita ucapkan.

Oleh karena itu, ada baiknya kita memahami kualitas-kualitas orang dalam berbicara.
Ada empat golongan perkataan, yaitu :


1) Perkataan Orang Bijak

Kalau berbicara, seluruh struktur kata-katanya jelas dan bernilai. Setiap pembicaraan selau sarat dengan ilmu, hikmah, dan zikir. Sehingga setiap orang yang mendengar akan merasakan manfaat dari kata-katanya. Kalau bercerita sesuatu, selalu menjadi nilai tambah bagi yang mendengarnya. Kata-kata orang bijak iniakan selalu dinanti. Namun, biasanya orang yang bijak tidak akan terlalu mengumbar kata-kata. Bahkan, dirinya sebenarnya lebih senang mendengar orang lain berkata-kata untuk mengambil hikmah dari perkataan orang lain.

2) Perkataan Orang Biasa

Obrolannya biasanya tidak ada kerangkanya. Segala kejadian yang dilihatnya selalu diceritakan atau dikomentari. Waktu yang dia gunakan untuk berkata-kata tidak sebanding dengan nilai yang didapatkan. Selama dua jam digunakan untuk ngobrol, tetapi hampir tidak bernilai. Orang yang membiarkan waktu berlalu dengan mubazir, sungguh merugi orang tersebut. Na'udzubillah.

3) Perkataan Orang Rendahan

Yaitu perkataan orang yang berisi keluhan, hinaan, cacian, dan makian. Orang seperti ini tidak akan pernah menerima segala sesuatu yang ada di hadapannya. Dia selalu saja mencari-cari kekurangannya. Orang seperti ini kalau berbicara selalu yang buruk-buruk saja. Semua orang menjadi jelek dalam pandangan dia.

4) Perkataan Orang Dangkal

Cirinya adalah dalam semua obrolannya dia selalu menceritakan kehebatan dirinya sendiri. Orang seperti ini sangat ingin dihargai oleh orang lain sehingga selalu menyebut-nyebut kebaikan yang telah dilakukannya. Orang yang kosong dari harga diri memang selalu ingin dihargai.

Subhanallah ! Semoga Allah yang Maha Agung menolong kita agar setiap perkataan yang kita ucapkan benar-benar baik.

Sumber : Muslim Best of the Best - Aa' Gym
»»  SAKWISE
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...