Tampilkan postingan dengan label ketika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ketika. Tampilkan semua postingan

Selasa, November 29, 2011

Ketika - Khilaf, Benci,dan Cinta

Khilaf, Benci,dan Cinta
Salim A. Fillah


Seorang kawan, dalam do'a dan salamnya
diberlalunya seperempat abad usiaku
kembali mengenangku sebuah kaidah
"bencilah kesalahannya, tapi jangan kau benci orangnya."

betulkah aku sudah mampu begitu
pada saudaraku, pada keluargaku,
pada para kekasih yang kucinta?
saat mereka terkhilaf dan disergap malu
betulkah kemaafanku telah tertakdir
mengiringi takdir kesalahan mereka?

tapi itulah yang sedang kuperjuangkan
dalam tiap ukhuwah dan cinta
dalam tiap ikatan yang Allah jadi saksinya

karena aku tahu, bahwa terhadap satu orang
aku selalu mampu membenci luputnya
tapi tetap cinta dan sayang pada pelakunya
itulah sikapku selalu pada diriku sendiri

kucoba cerap lagi kekata asy syafi'i
"aku mencintai orang orang shalih"
begitu katanya, diiringi titik air mata
"meski aku bukanlah bagian dari mereka
dan aku membenci para pemaksiat-Nya meski aku tak berbeda dengan mereka."

ya.. mungkin dia benar

tapi dalam tiap ukhuwah dan cinta
dalam tiap ikatan yang Allah jadi saksinya
aku ingin meloncat ke hakikat yang lebih tinggi

karena tiap orang beriman tetaplah rembulan
memiliki sisi kelam,
yang tak pernah ingin ditampakkannya pada siapapun
maka cukuplah bagiku
memandang sang bulan
pada sisi cantik yang menghadap ke bumi

tentu, tanpa kehilangan semangat
untuk selalu berbagi dan sesekali merasai
gelapnya sesal dan hangatnya nasehat sebagaimana sang rembulan
yang harus menggerhanai matahari

»»  SAKWISE

Kamis, November 24, 2011

Smile And Smile ...






And look others in My MIM ....

»»  SAKWISE

Kamis, Januari 28, 2010

Pernahkah Anda Merasa Bosan ?

Pada awalnya manusialah yang menciptakan kebiasaan. Namun lama kelamaan, kebiasaanlah yang menentukan tingkah laku manusia. Ada seorang yang hidupnya amat miskin. Namun walaupun ia miskin ia tetap rajin membaca.


Suatu hari secara tak sengaja ia membaca sebuah buku kuno. Buku itu mengatakan bahwa di sebuah pantai tertentu ada sebuah batu yang hidup, yang bisa mengubah benda apa saja menjadi emas. Setelah mempelajari isi buku itu dan memahami seluk-beluk batu tersebut, iapun berangkat menuju pantai yang disebutkan dalam buku kuno itu.

Dikatakan dalam buku itu bahwa batu ajaib itu agak hangat bila dipegang, seperti halnya bila kita menyentuh makhluk hidup lainnya. Setiap hari pemuda itu memungut batu, merasakan suhu batu tersebut lalu membuangnya ke laut dalam setelah tahu kalau batu dalam genggamannya itu dingin-dingin saja.

Satu batu, dua batu, tiga batu dipungutnya dan dilemparkannya kembali ke dalam laut. Satu hari, dua hari, satu minggu, setahun ia berada di pantai itu. Kini menggenggam dan membuang batu telah menjadi kebiasaannya.

Suatu hari secara tak sadar, batu yang dicari itu tergenggam dalam tangannya. Namun karena ia telah terbiasa membuang batu ke laut, maka batu ajaib itupun tak luput terbang ke laut dalam. Lelaki miskin itu melanjutkan ‘permainannya’ memungut dan membuang batu. Ia kini lupa apa yang sedang dicarinya.

====================

Teman, pernahkah kita merasakan kalau hidup ini hanyalah suatu rentetan perulangan yang membosankan? Pernahkah kita merasa bosan dengan aktifitas hidup kita?

Kalau ada di antara Anda yang merasakan demikian, dengarkanlah nasehat ini : “Bila hidup ini cuman suatu rentetan perulangan yang membosankan, maka kita akan kehilangan kesempatan untuk menemukan nilai baru di balik setiap peristiwa hidup.”

Artinya, jangan melihat aktifitas yang kita lakukan ini sebagai suatu kebiasaan atau rutinitas, karena jika kita menganggap demikian, maka aktifitas kita akan amat sangat membosankan !!

Cobalah maknai setiap peristiwa yang terjadi dalam hidup kita, mungkin Anda akan menemukan suatu yang baru, sesuatu yang belum pernah Anda ketahui sebelumnya, “Setiap hari merupakan hadiah baru yang menyimpan sejuta arti.”


Ref : http://www.conectique.com/

»»  SAKWISE

Rabu, April 01, 2009

7 Sifat Manusia Penghuni Neraka

TUJUH SIFAT MANUSIA PENGHUNI NERAKA

  1. Kemungkinan dimasukkan manusia ke dalam neraka seperti rupa babi yang mana sifat babi itu suka kepada yang kotor dan busuk. Dan tidak menyukai yang bersih dan harum (nafsu khinziriyah). Pembersihnya adalah makrifatullah.
  2. Manusia seperti rupa anjing karena kelakuan anjing senantiasa memakan najis. ingin monopoli, diwaktu anjing itu kenyang atau lapar, lidahnya terjulur keluar, menandakan dia belum puas. Kalau dia makan ekor digoyangkan, bìla diusir ia pun lari menggonggong dan menyalak. ini adalah nafsu kalbiah (nafsu anjing).
  3. Manusia serupa serigala, manusia yang selalu berbuat aniaya, pemarah, pendorong, tindak tanduknya hanya berbuat kebinasaan (NAFSU SUBU''IAH) .
  4. Manusia serupa tikus, orang yang suka mencuri (nafsu fakriah) .
  5. Manusia serupa ular dan kalajengking, yang selalu menyakiti dan menyengat (NAFSU HAIYAH WAL AGRABBA)
  6. Manusia serupa merak, orang yang suka sombong atau takabur (nafsu Tusiah ) .
  7. Manusia seperti keledai, manusia yang tidak mau mempelajari hal-hal yang baik (nafsu himariah), untuk itu kita harus memperbanyak zikir.
»»  SAKWISE

Selasa, Maret 17, 2009

Nasehat Yang Baik Dari Ibu Yang Bijak

Nasihat yang Baik dari Ibu yang Bijak


Sering kita lihat saudara kita bersedih luruh

Setelah itu berlalu, ia berjingkrak kegirangan

Ada nasehat yang sangat dalam, yang diambil dari wanita-wanita arab. Nasehat itu adalah nasehat Umamah binti Harits kepada putrinya, Ummu Iyas binti Auf, pada malam pernikahannya. Diantara nasehat-nasehatnya adalah :

"Putriku, sesungguhnya engkau telah memisahkan diri dari 'lingkungan' yang darinya engkau keluar. Engkau telah meninggalkan kehidupan yang darinya engkau berkembang. Seandainya seorang perempuan tidak membutuhkan seorang suami, karena kecukupan dari orangtuanya dan kebutuhan orang tua yang sangat pada anaknya, maka engkau menjadi orang yang sangat tidak membutuhkan suami. Namun wanita diciptakan untuk laki-laki dan baginya laki-laki tercipta."

Nasehat yang pertama dan yang kedua adalah :
Engkau harus rendah hati dengan senantiasa bersikap menerima dan, selalu mendengarkan dan taat kepadanya.

Nasehat yang ketiga dan yang keempat adalah :
Hendaklah engkau menjaga kebersihan sesuatu yang kepadanya hidung dan mata suami tertuju. Jangan sampai ia melihat kejelekan ada pada dirimu, dan jangan sampai ia menciummu kecuali engkau dalam keadaan wangi.

Nasehat yang kelima dan keenam adalah :
Hendaknya engkau selalu siapkan waktu tidur dan makan baginya. Karena kelaparan akan membuatnya garang dan kekurangan tidur akan membuatnya mudah marah.

Nasehat yang ketujuh dan kedelapan :
Hendaklah engkau menjaga hartanya, memelihara kehormatan dan putra-putrinya. Dapat mengurus harta adalah sebuah perhitungan yang baik dan dapat mengurus anak adalah kemampuan mengatur yang baik.

Nasehat kesembilan dan kesepuluh :
Janganlah engkau melanggar perintahnya. Janganlah engkau melanggar perintahnya, janganlah engkau menyebarkan rahasianya. Jika engkau menentang perintahnya, maka membuat hatinya dongkol. Jika engkau menyebarkan rahasianya, maka engkau tidak bisa menjaga kehormatannya.

Kemudian hendaklah engkau tidak tampak senang di hadapannya mana kala ia sedih. Tidak pula engkau bersedih ketika ia dalam keadaan berbunga-bunga.

DR. Aidh al-Qarni "Menjadi Wanita Paling Bahagia"
»»  SAKWISE

Kamis, November 27, 2008

Renungan

Perbuatan yang Bermakna

Untuk menghadirkan perbuatan yang bermakna, paling tidak kita harus memenuhi tujuh hal penting yang terangkum dalam 7T, antara lain :

  • Tenang, yaitu tidak tergesa-gesa. Pikiran dan hatinya benar-benar fokus pada pekerjaan sehingga gerakannya terlihat efektif.
  • Terencana, yaitu setiap pekerjaan sebisa mungkin dibuat perencanaannya sebelum pekerjaan itu dimulai sehingga ketika pekerjaan itu dilakukan sudah jelas tahapan-tahapannya. Sebisa mungkin menghindari pekerjaan yang asal-asalan karena tidak punya perencanaan yang baik.
  • Terampil, yaitu memiliki ketrampilan yang baik atas semua pekerjaan yang dilakukannya. Sebisa mungkin syarat-syarat ketrampilan untuk suksesnya suatu pekerjaan dapat dipenuhi.
  • Tertib, yaitu pekerjaan dilakukan dengan penuh keteraturan. Setiap pekerjaan selalu tertata, prosedural, dan terpantau.
  • Tekun, yang berarti ketangguhan dalam berproses. Setiap pekerjaan dilakukan dengan ulet dan istiqomah.
  • Tegar, yaitu sabar dalam menghadapi berbagai kendala dalam pekerjaan. Jiwanya idak mudah menyerah dan selalu semangat untuk mengatasi setiap kendala yang ditemukan. Kebermaknaan suatu pekerjaan sangat membutuhkan kesabaran.
  • Tawadhu, yaitu rendah hati. Ketika pekerjaan tersebut berhasil, sikap tawadhu ini sangat dibutuhkan karena kalau tidak, boleh jadi kesuksesan tersebut akan menyebabkan sikap yang sombong, sok hebat. Padahal, tidak ada kesuksesan tana pertolongan Allah. Kesuksesan yang diiringi dengan sikap sombong tidak akan memberikan manfaat, baik bagi dirinya maupun bagi orang lain.
Sumber : Muslim Best of The Best- Aa' Gym
»»  SAKWISE

Minggu, Oktober 12, 2008

Ingatlah

Nilai Sebuah Waktu

Untuk memahami nilai SATU TAHUN, tanyalah kepada murid yang tidak naik kelas.

Untuk memahami nilai SATU BULAN, tanyalah kepada ibu yang melahirkan bayi prematur.

Untuk memahami nilai SATU MINGGU, tanyalah kepada editor sebuah koran mingguan.

Untuk memahami nilai SATU JAM, tanyalah seseorang yang hendak ditemui kekasihnya.

Untuk memahami nilai SATU MENIT, tanyalah kepada orang yang ketinggalan kereta api.

Untuk memahami nilai SATU DETIK, tanyalah kepada orang yang lolos dari kecelakaan.

Untuk memahami nilai SATU MILIDETIK, tanyalah kepada orang yang memenangkan medali perak dalam olimpiade.

Hargailah setiap detik yang kau miliki !!! Ingatlah, waktu tidak menunggu siapa pun. Kemarin adalah sejarah, esok adalah misteri, hari ini adalah karunia.
(Author Unknown)

*Hikmah dari Seberang
»»  SAKWISE

Kamis, Agustus 14, 2008

Renungan


Akhirnya aku mulai mengerti, dalam perjalanan panjang hidup yang telah terlewati-aku meninggalkan jejak-jejak langkah yang pastinya akan menjadi kenangan buat diriku maupun orang lain.
Secara sadar, aku adalah bagian kecil dunia yang berputar.........
Kau yang ingin tau tentang diriku
Kuajak Engkau menatap Langit-
Langit senja di musim yang paling dingin
.......................
»»  SAKWISE
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...